Dengan Nathu La, Zoho membangun platform dalam negeri yang seluruh kekayaan intelektualnya dimiliki di India.

Zoho berencana memigrasikan hosting aplikasi globalnya ke platform Nathu La, memungkinkan optimalisasi sinergi perangkat lunak-perangkat keras untuk beban kerja spesifik, meningkatkan performa aplikasi bagi pengguna akhir, dan menekan biaya operasional—terutama biaya inferensi AI yang terus meningkat.

Inisiatif ini juga selaras dengan perubahan regulasi. Pada 2020, Zoho mendirikan tim R&D server pertamanya di Nagpur.

>>> Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026: Indonesia vs Australia

Kebutuhan akan teknologi komputasi domestik semakin mengemuka pada 2023 saat pemerintah India memberlakukan pembatasan impor perangkat keras, termasuk server.

Platform Nathu La menyertakan keamanan berbasis perangkat keras di setiap lapisan.

Karena kekayaan intelektual sepenuhnya domestik, platform ini beroperasi secara independen dari entitas asing untuk pembaruan firmware, audit keamanan, atau kelangsungan lisensi.

Server ini mematuhi kebijakan Open Source Software (OSS) India dan memenuhi ambang tertinggi Kebijakan Konten Lokal, sehingga cocok untuk kerangka pengadaan pemerintah.

Proyek ini mendukung inisiatif infrastruktur nasional seperti Make in India, Atmanirbhar Bharat Abhiyaan, dan National Supercomputing Mission (NSM).

Riset dan pengembangan Nathu La dilakukan di Nagpur, Maharashtra, dengan memanfaatkan bakat teknik lokal yang dilatih melalui inisiatif keterampilan khusus Zoho, SETU (Student’s Engagement for Transformative Upskilling).

Program SETU menargetkan mahasiswa teknik semester 5 ke atas di India Tengah, dengan kurikulum inti Advanced Electronics System Design and Manufacturing (ESDM) yang selaras dengan kebijakan Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi (MeitY).

Hingga saat ini, lebih dari 300 mahasiswa telah dilatih, dan banyak lulusan diserap ke tim R&D Zoho.

Shailesh Davey, CEO Zoho Corp, mengatakan bahwa pihaknya bangga membangun sistem server yang benar-benar dirancang di India dan mengambil langkah menuju penciptaan teknologi berdaulat.

Ia menambahkan bahwa pengembangan server Nathu La mencerminkan komitmen perusahaan untuk menciptakan teknologi kompleks yang didukung oleh talenta dari kota-kota kecil dan desa.

Davey juga menyoroti bahwa dengan kemajuan AI, biaya inferensi meningkat pesat.

>>> BRIN: Sampah Pangan Indonesia Capai 184 Kg per Kapita per Tahun

Strategi Zoho menggunakan model kontekstual berukuran tepat yang berjalan di platform sendiri, server sendiri, dan pusat data sendiri, memberikan manfaat berlipat dari kepemilikan dan pengoperasian seluruh tumpukan teknologi.