Ketiga merek asal China tersebut mengalami penurunan produksi secara kuartalan akibat faktor musiman dan meningkatnya tekanan biaya komponen.

Transsion yang membawahi merek Tecno, Infinix, dan itel berada di posisi keenam dengan volume produksi 19,8 juta unit dan pangsa pasar 7 persen.

Perusahaan ini dinilai paling rentan terhadap kenaikan harga memori karena fokus pada segmen entry-level dengan margin tipis.

Produsen dengan portofolio premium yang kuat seperti Samsung dan Apple dianggap memiliki kemampuan lebih baik untuk menyerap kenaikan biaya komponen.

Sebaliknya, vendor asal China diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam menetapkan target produksi sepanjang tahun ini.

>>> Jadwal Kapal PELNI Ambon Jakarta Juni 2026, Ada Tarif Promo Rp573.400

"Permintaan dari pasar negara berkembang terus memberikan sumber dukungan penting untuk industri ponsel pintar global," tulis TrendForce dalam laporan yang sama.