BPJS Kesehatan berpotensi mengalami gagal bayar klaim pada pertengahan tahun 2027. Hal ini disebabkan oleh tekanan keuangan akibat ketimpangan antara iuran bulanan dan biaya layanan kesehatan.

Kondisi tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI pada Rabu (10/6/2026).

>>> Pemprov DKI Jakarta Segera Ubah Tarif Transjabodetabek, Subsidi Tetap Diberikan

Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito menjelaskan situasi finansial institusinya yang kembali defisit.

Saat ini, pengeluaran untuk pembayaran klaim mencapai sekitar Rp500 miliar per hari.

Angka itu setara dengan Rp16 triliun hingga Rp16,5 triliun per bulan, didorong oleh rata-rata 2 juta transaksi setiap hari.

>>> Viral Beckham Putra Bersitegang dengan Suporter Setelah Indonesia Kalahkan Mozambik

Sementara itu, iuran bulanan yang terkumpul hanya sekitar Rp14 triliun. Selisih pembiayaan yang harus ditanggung mencapai Rp2 triliun per bulan.

Prihati menyebutkan bahwa BPJS Kesehatan pernah mengalami defisit dari 2018 hingga 2020. Setelah sempat efisien saat pandemi COVID, kini rasio klaim mencapai 108,72 persen.

Manajemen menegaskan bahwa kas cadangan masih tersedia untuk jangka pendek. Namun, tanpa intervensi pemerintah, BPJS Kesehatan akan gagal bayar pada Juli 2027.

>>> Promo Staycation Mewah Trans Luxury Hotel Surabaya Hanya Sampai 19 Juni

Pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan segera merumuskan langkah perbaikan. Hal ini penting untuk menjaga keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional.