Sekretaris Kabinet Teddy memaparkan capaian program Public Health Center Transformation (PHTC) dalam keterangannya pada Rabu (10/6/2026).

Penjelasan ini mencakup tiga program utama kesehatan nasional.

>>> Timnas Spanyol Punya Modal Istimewa Jelang Piala Dunia 2026

Program pertama adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau lebih dari 70 juta penduduk sepanjang tahun 2025.

Pada tahun 2026, cakupan terus meluas dengan lebih dari 42,3 juta peserta di 38 provinsi.

Teddy menjelaskan bahwa program CKG tidak hanya berhenti pada deteksi dini, tetapi mulai tahun ini memprioritaskan pengobatan dan penyembuhan.

Petugas Puskesmas memberikan obat dan monitoring secara gratis kepada masyarakat yang mengalami hipertensi dan diabetes.

Penanggulangan TBC dan Peningkatan RSUD

Program penanggulangan Tuberkulosis menjadi pilar kedua dalam transformasi kesehatan primer.

Intervensi agresif berhasil memangkas estimasi kasus TBC tahun ini menjadi 1,08 juta kasus, dari posisi tahun sebelumnya yang sempat menyentuh 10,9 juta kasus.

Teddy menambahkan bahwa semakin banyak yang terdeteksi, semakin mudah dan cepat diobati.

Inovasi penanggulangan TBC tahun ini meliputi integrasi deteksi dengan CKG dan layanan one-stop service (OSS) di Puskesmas.

Pilar ketiga PHTC difokuskan pada peningkatan kualitas layanan di 66 RSUD di daerah tertinggal, terluar, dan terpencil.

>>> Disperindagkop Batang Mitigasi Dampak Kenaikan Harga Pertamax

Melalui peningkatan kelas dari Kelas D ke Kelas C, fasilitas kesehatan ini kini dilengkapi layanan medis yang lebih komprehensif.

Pada tahun 2026, 14 dari 20 RSUD sudah mulai dibangun, dan pada tahun 2027 masih ada 24 RSUD dalam perencanaan.

Selain itu, Menteri Kesehatan Budi melaporkan pendistribusian 905 alat kesehatan utama ke 258 kabupaten dan kota.

Alat kesehatan tersebut terdiri dari Cathlab, CT Scan, Mamografi, MRI, dan Linac.

Proyek infrastruktur besar lainnya adalah rampungnya pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat Jayapura di Papua yang siap diresmikan Presiden Prabowo.

Rumah sakit ini diproyeksikan menjadi pusat rujukan kesehatan untuk kawasan timur Indonesia hingga Pasifik dan Oseania.

Pembangunan serupa juga berjalan di Riau dengan progres fisik 85 persen, ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Ke depan, Menkes juga melaporkan rencana revitalisasi RSUD di 514 kabupaten/kota beserta tata kelolanya.

>>> BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50%, Bunga Kredit Belum Pasti

Program revitalisasi juga mencakup 10.000 Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat di seluruh kecamatan dan kelurahan.