Manajemen Barcelona mulai menyusun rencana jangka panjang untuk menentukan pelatih masa depan. Klub raksasa Spanyol itu dikabarkan telah menetapkan target untuk mendatangkan nakhoda baru beberapa tahun ke depan.

Barcelona membidik Cesc Fabregas sebagai kandidat utama untuk menggantikan Hansi Flick pada tahun 2028. Langkah ini diambil setelah melihat rekam jejak impresif Fabregas bersama Como.

>>> Penyesuaian Harga Pertamax Dinilai Kurangi Beban APBN

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Barcelona mengirim Alejandro Echevarria, orang kepercayaan Presiden Joan Laporta. Utusan khusus itu bertemu Fabregas di markas Como 1907 untuk menjajaki kesepakatan awal.

Langkah ini juga mendapat persetujuan penuh dari Direktur Olahraga Deco. Rumor ini sekaligus menutup peluang kembalinya Luis Enrique karena tuntutan gaji tinggi dan keengganannya menerima intervensi manajemen.

Ketertarikan Barcelona dipicu oleh keberhasilan Fabregas membawa Como promosi hingga menembus kualifikasi Liga Champions.

Mantan gelandang Arsenal dan Chelsea itu dinilai mampu memadukan pilar senior seperti Sergi Roberto dengan pemain muda potensial, termasuk Nico Paz.

Target perekrutan pada 2028 dianggap momentum tepat karena bertepatan dengan berakhirnya masa bakti Hansi Flick dan kontrak Fabregas bersama Como.

Flick diprediksi akan diizinkan menyelesaikan kontraknya menyusul reputasi apiknya.

Selain faktor performa, penunjukan Fabregas didukung ikatan emosionalnya sebagai jebolan akademi La Masia. Ia memegang prinsip bahwa ikatan batin antarpemain lebih bernilai daripada sekadar statistik.

>>> Saham Dian Swastatika Sentosa Melonjak 16 Persen dalam Perdagangan Sesi I

Pendekatan Personal ala Fabregas

Kunci sukses Fabregas di Italia tidak hanya strategi permainan, melainkan metode pendekatan personal yang kuat. Ia mengutamakan hubungan personal dengan pemain sebelum membahas sepak bola.

"Hal pertama yang kami perhatikan adalah orangnya.