"Jika mereka bermain baik dan punya fleksibilitas dalam permainan, tentu lebih baik. Namun yang paling penting adalah mereka benar-benar ingin membela Meksiko."

Karakter pantang menyerah dari anak imigran Spanyol ini sudah terbentuk sejak ia aktif bermain.

>>> Masa Depan Lewis Hamilton di Ferrari Mulai Dipertanyakan

Mantan rekan setimnya di Piala Dunia 1986, Manuel Negrete, mengakui determinasi tinggi yang dimiliki Aguirre.

"Dia pemimpin hebat dan teman yang sangat loyal. Saat masih bermain, dia adalah petarung yang tidak pernah menyerah," ujar Negrete.

Tren Positif Sepanjang 2025 dan Target Sejarah

Filosofi permainan agresif dan disiplin yang diusung Aguirre mulai membuahkan hasil manis sepanjang tahun 2025. Meksiko sukses mengawinkan gelar CONCACAF Nations League dan CONCACAF Gold Cup.

El Tri kini menatap turnamen dengan modal impresif berupa delapan pertandingan beruntun tanpa kekalahan. Keharmonisan tim juga semakin kuat karena kedekatan sang pelatih dengan para pemain.

Gelandang Erik Lira bahkan menganggap juru taktik senior tersebut layaknya figur ayah yang memberikan kepercayaan penuh di lapangan.

Sementara itu, penjaga gawang senior Guillermo Ochoa memuji kemampuannya meredam tekanan media.

"Javier memahami segalanya. Dia tahu cara mengelola tim, media, dan tekanan.

Kami semua percaya kepadanya, dan itu sangat penting," ujar Ochoa.

Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi momentum terakhir bagi Aguirre bersama Timnas Meksiko.

Mantan penyerang El Tri, Jared Borgetti, menilai sang pelatih kini jauh lebih matang untuk mengukir tinta emas.

"Saya mengenalnya sejak 22 tahun lalu ketika baru memulai karier kepelatihan. Sekarang dia jauh lebih berkembang dan terus mengejar kesempurnaan."

"Dia masih memiliki semangat yang sama seperti dulu, tetapi pendekatannya jauh lebih matang.

>>> Pemilik Boks Stadion Azteca Ancam Boikot Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Dia punya semua yang dibutuhkan untuk membuat tim ini bermain baik dan membantu kami meraih sesuatu yang bersejarah," tutur Borgetti.