Javier Aguirre kembali dipercaya menangani Timnas Meksiko menjelang Piala Dunia 2026.

Pelatih berusia 67 tahun ini akan memimpin El Tri di turnamen yang digelar di kandang sendiri bersama Amerika Serikat dan Kanada.

>>> Inggris Terapkan Aturan Ketat Pengibaran Bendera dan Larang Ribuan Suporter ke Piala Dunia 2026

Ini menjadi panggung ketiga bagi Aguirre setelah sebelumnya menukangi Meksiko pada Piala Dunia 2002 dan 2010.

Dalam dua edisi tersebut, ia selalu membawa tim ke babak 16 besar, namun belum mampu melangkah lebih jauh.

Sejumlah keputusan taktis Aguirre di masa lalu masih diingat para pendukung. Pada Piala Dunia 2002, Meksiko tersingkir setelah dikalahkan Amerika Serikat 0-2 di fase gugur.

"Saya melakukan kesalahan dengan mengubah sistem permainan. Saya gugup dan kurang berpengalaman saat itu," ungkap Aguirre mengenang kekalahan tersebut.

Kritik serupa muncul pada Piala Dunia 2010 saat Meksiko disingkirkan Argentina. Keputusannya memainkan Adolfo Bautista yang kurang bugar ketimbang Cuauhtemoc Blanco menuai perdebatan.

"Saya cukup kesal kepada Javier karena awalnya dia mengatakan akan memainkan saya, tetapi kemudian berubah pikiran dan memilih Bofo.

Saya berharap mendapat kesempatan pada babak kedua, tetapi itu tidak terjadi," kenang Blanco.

Periode ketiga Aguirre dimulai dalam situasi krusial setelah menggantikan Jaime Lozano yang gagal di Copa America 2024.

Berbeda dengan sebelumnya, ia tidak menghadapi tekanan kualifikasi karena Meksiko lolos otomatis sebagai tuan rumah.

Tugas utama sang pelatih kini adalah memulihkan mentalitas tim yang sempat terpuruk sejak Piala Dunia 2022 di Qatar.

"Saya menginginkan pemain yang bangga bertanding untuk negaranya. Pemain yang memberikan segalanya di lapangan untuk Meksiko," tegas Aguirre.