Pemerintah Inggris menerbitkan aturan ketat terkait pengibaran bendera nasional selama perhelatan Piala Dunia 2026. Regulasi ini tertuang dalam Flying Flags Guide yang dirilis oleh pemerintah setempat.

Masyarakat yang ingin memasang bendera Inggris di rumah wajib mematuhi ketentuan tersebut. Pelanggaran dapat dikenakan denda hingga 2.500 paun atau setara Rp60,1 juta.

>>> Masa Depan Lewis Hamilton di Ferrari Mulai Dipertanyakan

Ketentuan Pemasangan Bendera

Berdasarkan panduan, satu bendera pada tiang vertikal di atap rumah diperbolehkan. Jika dipasang di dinding atau sisi bangunan, ukurannya dibatasi maksimal dua meter persegi.

Bendera yang lebih besar hanya boleh ditempatkan di area atap. Regulasi juga melarang bendera yang mengandung iklan, logo komersial, atau tulisan tambahan.

Pemasangan bendera tidak boleh menutupi rambu lalu lintas. Namun, bendera kecil di jendela atau dekorasi umbul-umbul motif bendera Inggris tetap legal.

Untuk pemasangan di fasilitas publik seperti tiang lampu jalan, warga harus memiliki izin tertulis dari pemerintah daerah setempat.

Sanksi Denda Berjenjang

Otoritas wilayah berwenang memerintahkan pencopotan atribut yang melanggar prosedur. Jika teguran diabaikan, sanksi finansial mulai dari 100 paun akan diterapkan.

Denda bersifat akumulatif bagi pelanggar berulang. Untuk pelanggaran berulang, nilai denda dapat melonjak hingga 2.500 paun.

>>> Pemilik Boks Stadion Azteca Ancam Boikot Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Larangan bagi Ribuan Suporter

Sekitar 65 ribu pendukung Inggris diperkirakan akan terbang ke Amerika Utara untuk Piala Dunia 2026.

Namun, lebih dari 2.300 orang dilarang berangkat karena terikat Football Banning Order (FBO).

Menteri Penanggulangan Kejahatan dan Kepolisian Inggris, Sarah Jones, menyatakan langkah ini sebagai upaya preventif menjaga keamanan. "Sebagian besar penggemar bepergian dengan penuh kebanggaan dan rasa hormat," ujarnya.

Sarah Jones memberikan peringatan keras kepada suporter bermasalah. "Bagi segelintir pembuat onar, Anda tidak diterima di Piala Dunia ini," tegasnya.

Kebijakan ini dinilai efektif melindungi pendukung lain yang ingin menikmati pertandingan. "Melarang orang dengan riwayat kerusuhan membantu melindungi masyarakat dan ribuan pendukung sejati," kata Sarah Jones.

Pemerintah juga memberikan kelonggaran bagi suporter yang menonton di dalam negeri dengan memperpanjang jam buka pub.

>>> Wasit Piala Dunia 2026 Terima Bayaran Tertinggi Sepanjang Sejarah

"Mereka memiliki lebih banyak waktu untuk berkumpul dan mendukung tim nasional," tambah Sarah Jones.