Mengulik Sejarah Kelam Seattle Underground yang Terkubur di Bawah Tanah
Para suporter Piala Dunia 2026 yang mendarat di Seattle akan disambut aroma kopi dan kemegahan Stadion Lumen Field.
Namun, daya tarik terbesar kota ini justru tersembunyi di bawah aspal jalanan.
>>> Melanie Walker: Perkenalkan Bill Gates ke Jeffrey Epstein, Lalu Peringatkan
Di bawah distrik bersejarah Pioneer Square, terdapat jaringan labirin gotik bernama Seattle Underground.
Tempat ini bukan stasiun kereta atau terowongan modern, melainkan reruntuhan kota asli abad ke-19 yang sengaja dikubur pemerintah.
Sejarah mencatat, Seattle hangus total akibat kebakaran besar pada tahun 1889. Saat merencanakan pembangunan kembali, pemerintah menghadapi kendala topografi rendah yang kerap terendam banjir rob.
Pemerintah mengambil langkah radikal dengan meninggikan jalan raya satu hingga dua tingkat di atas permukaan lama.
Dinding beton didirikan, lalu ditimbun tanah, sehingga seluruh lantai dasar bangunan, etalase toko, dan trotoar kuno tertimbun.
Jaringan bawah tanah raksasa ini awalnya membentang di bawah 31 blok kota. Kini, masyarakat tidak bisa mengakses seluruh area secara bebas.
>>> Apple Luncurkan iOS 27, Ini Daftar iPhone yang Mendapatkan Pembaruan
Menjelajahi Kota Mati Melalui Tur Sejarah
Wisatawan dapat memanfaatkan layanan Bill Speidel's Underground Tour yang dibuka sejak 1965.
Tur ini berawal dari inisiatif Bill Speidel, seorang jurnalis dan pegiat sejarah lokal, untuk menyelamatkan distrik kuno Pioneer Square dari pembongkaran.
Upaya pelestarian ini berhasil menjaga kawasan bersejarah tersebut menjadi objek wisata ikonik. Rute perjalanan berdurasi sekitar 75 menit mencakup beberapa blok utama di area bawah tanah Pioneer Square.
Pengunjung perlu membayar sekitar USD 22-25 atau Rp 350.000-405.000 per orang. Wisatawan akan menyusuri lorong remang dengan penerangan lampu kuning.
Suasana janggal sekaligus magis terlihat dari pintu toko kuno dengan papan nama usang, jendela berdebu, dan bilik kayu tua.
>>> IHSG Menguat 1,49 Persen ke Level 5.832, Pimpin Bursa Asia
Sisa peradaban masa lalu ini menawarkan keheningan total yang kontras dengan keriuhan di atas kota.
Update Terbaru
Profil Lou Koller Vokalis Sick of It All yang Meninggal Dunia, Lengkap: Umur, Agama dan Akun IG
Sabtu / 25-07-2026, 16:08 WIB
IOC Tolak Pengaduan FairSquare terhadap Gianni Infantino soal Dukungan ke Donald Trump
Sabtu / 25-07-2026, 16:07 WIB
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julian Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar
Sabtu / 25-07-2026, 16:07 WIB
Otot Buatan untuk Robot Masa Depan, Terinspirasi dari Iris Mata Manusia
Sabtu / 25-07-2026, 16:07 WIB
Lelah dengan Mata Kering dan Perih? Kebiasaan Tak Terduga yang Mengubah Segalanya
Sabtu / 25-07-2026, 16:07 WIB
Ramalan Zodiak 25 Juli: Leo Evaluasi Diri, Virgo Percaya Pasangan
Sabtu / 25-07-2026, 16:07 WIB
Viral! Mahasiswi Menikah dengan Dosennya, Momen Wisuda Haru saat Suami Pindahkan Toga
Sabtu / 25-07-2026, 16:06 WIB
Daftar Kekayaan Anggota Kerajaan Inggris, Harta Meghan Markle Bikin Kaget
Sabtu / 25-07-2026, 16:06 WIB
Pastikan Ini Sebelum Menikah! Tips dari Pakar Agar Tak Salah Pilih Pasangan
Sabtu / 25-07-2026, 16:05 WIB
PM Jepang Hanya Tidur 3 Jam Tapi Masih Sempat Setrika dan Cuci Baju
Sabtu / 25-07-2026, 16:02 WIB
Tren Jasa Balikan dengan Mantan Viral, Klaim Sukses 90 Persen, Hasilnya?
Sabtu / 25-07-2026, 16:02 WIB
FitFlop Gandeng Pantone, Hadirkan Sepatu Warna Pastel dari Sneakers hingga Mary-Jane
Sabtu / 25-07-2026, 16:02 WIB
Ramalan Zodiak 25 Juli: Sagitarius Kerja Keras, Scorpio Jangan Cepat Puas
Sabtu / 25-07-2026, 16:02 WIB







