Dodge akan memasarkan Charger terbaru ke Eropa setelah model tersebut kurang laku di Amerika Serikat.

Stellantis mengonfirmasi bahwa Charger kembali ke Eropa sebagai "salah satu ekspresi paling murni dari budaya otomotif Amerika."

>>> Maextro V800: Minivan Mewah China yang Menantang Rolls-Royce

Versi Eropa akan mengusung pendekatan multi-energi, tersedia dalam konfigurasi Sixpack dan Daytona.

Di AS, Dodge hanya menjual 1.672 unit Charger bermesin ICE pada kuartal pertama 2026.

Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun 2023, Dodge menjual 33.499 unit Charger dan Challenger.

Penurunan drastis ini mendorong Dodge mencari pasar baru. Eropa menjadi sasaran dengan penjualan yang akan dimulai dalam waktu dekat.

Spesifikasi Charger untuk Eropa

Charger R/T dibekali mesin twin-turbo 3.0 liter Hurricane inline-six bertenaga 420 hp dan torsi 468 lb-ft.

Akselerasi 0-60 mph (0-96 km/jam) dicapai dalam 4,6 detik, dengan quarter-mile dalam 12,9 detik.

>>> Porsche Buat Tiga 911 Khusus untuk Toy Story 5, Dilelang untuk Amal

Level menengah Scat Pack memiliki mesin yang ditingkatkan menjadi 550 hp dan torsi 531 lb-ft. Waktu 0-60 mph turun menjadi 3,9 detik, quarter-mile 12,2 detik.

Charger Daytona Scat Pack versi listrik menggunakan baterai 100,5 kWh dan sistem all-wheel drive dual-motor dengan tenaga 670 hp dan torsi 627 lb-ft.

Akselerasi 0-60 mph hanya 3,3 detik, quarter-mile 11,5 detik. Namun, jangkauan EPA terbatas 267 mil (430 km).

Dodge baru saja memperkenalkan lineup Charger 2027 dengan 25 opsi kustomisasi baru dan port NACS pada EV.

Fitur baru termasuk jok kulit Petrol Blue, sabuk pengaman Demonic Red, dan berbagai stripe eksterior.

Fabio Catone, bos Dodge Eropa, mengatakan, "Membawa Charger kembali ke Eropa adalah momen penting bagi merek.

>>> Chrysler Imbau Pemilik Pacifica Hybrid Berhenti Mengisi Daya dan Parkir di Luar Akibat Risiko Kebakaran Baterai

Ini berarti memperkenalkan kembali nama Amerika yang tak salah lagi kepada pelanggan yang menghargai karakter dan keaslian."