Bursa saham Amerika Serikat dibuka menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026).

Lonjakan saham sektor teknologi dan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi pendorong utama.

>>> Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0 Berkat Gol Ole Romeny

Kenaikan ini mengakhiri tekanan hebat yang sempat dialami sektor semikonduktor pada pekan lalu.

Produsen chip besar seperti Intel, Broadcom, dan Micron Technology mencatat kenaikan harga saham antara 1,5% hingga 3,2% di awal perdagangan.

Applied Digital melonjak hampir 11% setelah menyepakati kontrak sewa pusat data kecerdasan buatan senilai US$ 5,2 miliar dengan perusahaan hyperscaler AS.

Indeks Philadelphia Semiconductor naik 2,3%, dan indeks teknologi S&P 500 menguat 0,7%.

Kondisi ini berbalik dari pekan sebelumnya saat proyeksi bisnis Broadcom yang mengecewakan memicu kekhawatiran pasar terhadap valuasi saham teknologi yang tinggi.

Optimisme pasar tetap terjaga berkat peningkatan proyeksi kinerja emiten yang konsisten.

"Alasan mengapa saya melihat pasar masih bertahan dengan cukup baik adalah karena para analis masih belum selesai menaikkan proyeksi mereka," ujar Ken Mahoney, CEO Mahoney Asset Management.

Menurutnya, ekspektasi laba bersih yang solid, khususnya di sektor teknologi, menjadi motor penggerak utama bursa saat ini.

Hal itu mampu mengimbangi kekhawatiran investor terkait potensi kenaikan suku bunga, inflasi, dan dinamika politik di Timur Tengah.

>>> 7 Kepribadian dari Kebiasaan Membuka Banyak Tab Browser Sekaligus

Sektor consumer discretionary memimpin penguatan dari delapan sektor di S&P 500 dengan kenaikan 1,6%.

Saham Alphabet dan Meta Platforms masing-masing menguat sekitar 2%.

Meredanya konflik Timur Tengah turut mendukung penguatan setelah Iran dan Israel sepakat menghentikan serangan demi gencatan senjata sejak 8 April atas seruan Presiden AS Donald Trump.