Inggris menempati peringkat 4 FIFA dengan pemain kunci seperti Harry Kane, Jude Bellingham, dan Bukayo Saka.

Portugal di peringkat 6 FIFA memadukan pemain senior dan junior melalui pilar utama Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes, serta Vitinha.

Belanda yang berada di peringkat 7 FIFA bertekad menghapus julukan spesialis runner-up.

Belgia di peringkat 8 FIFA mulai memperkenalkan darah baru seperti Jeremy Doku dan Charles De Ketelaere untuk mendampingi Kevin De Bruyne serta Romelu Lukaku.

Kroasia menempati peringkat 10 FIFA dengan Luka Modric dan Josko Gvardiol sebagai sosok pembeda.

Swiss di peringkat 19 FIFA mengandalkan soliditas lini pertahanan yang digalang oleh Granit Xhaka dan Manuel Akanji.

Austria kembali setelah absen 28 tahun dengan mengandalkan David Alaba, Marcel Sabitzer, dan Marko Arnautovic.

Turkiye hadir membawa generasi muda potensial seperti Arda Guler dan Kenan Yildiz untuk mengulang kejayaan tahun 2002.

Norwegia bertumpu pada ketajaman Erling Haaland dan visi bermain Martin Odegaard setelah absen selama 28 tahun.

Republik Ceko kembali setelah dua dekade dengan Patrik Schick sebagai tumpuan utama di lini serang.

Skotlandia mengandalkan kerja keras Andy Robertson, Scott McTominay, dan John McGinn untuk lolos dari fase grup.

Swedia membawa daya ledak Alexander Isak dan Viktor Gyokeres, sedangkan Bosnia dan Herzegovina mengombinasikan Edin Dzeko yang berusia 40 tahun dengan pemain muda Kerim Alajbegovic.

Al Jazeera memprediksi Swiss, Turkiye, Norwegia, dan Skotlandia akan terhenti di babak 32 besar.

>>> Kemenag dan Musyrif Diny Susun Panduan Kemabruran Haji untuk Jamaah

Sedangkan Austria, Republik Ceko, Swedia, serta Bosnia dan Herzegovina diperkirakan tidak melaju dari fase grup.