Jerman dan Inggris Siap Bersaing

Di sisi lain, Jerman yang sedang dalam masa transisi tetap menjadi ancaman serius.

Die Mannschaft sempat gagal melewati fase grup pada dua edisi terakhir.

Namun, kehadiran bintang muda seperti Florian Wirtz dan Jamal Musiala yang dikombinasikan dengan pengalaman Joshua Kimmich serta Antonio Rudiger diyakini mampu membawa skuad Julian Nagelsmann menembus babak semifinal.

Sementara itu, Inggris datang dengan ekspektasi besar untuk mengakhiri puasa gelar sejak 1966.

Harry Kane tetap menjadi pilar sentral The Three Lions, namun keterbatasan mental bertanding dan catatan buruk adu penalti diprediksi membuat langkah mereka terhenti di perempat final.

Belanda dan Portugal juga siap memberikan kejutan besar dalam turnamen ini.

Pelatih Belanda, Ronald Koeman, secara terbuka menargetkan gelar juara dengan mengandalkan ketangguhan Virgil van Dijk, Frenkie de Jong, dan ketajaman Memphis Depay.

Bagi Portugal, ajang ini diperkirakan menjadi panggung terakhir Cristiano Ronaldo di level internasional.

>>> Sinetron Terikat Janji Episode 63: Konflik Identitas Sena Memuncak

Penyerang berusia 41 tahun tersebut berambisi melengkapi koleksi trofinya bersama Bruno Fernandes, dengan prediksi langkah tim akan mencapai perempat final.

Peta kekuatan 16 negara perwakilan UEFA di turnamen ini menampilkan keberagaman kualitas tim, mulai dari jajaran elit hingga tim yang mengandalkan kolektivitas.

Perancis datang dengan ranking 3 FIFA dan prestasi terbaik dua kali juara.

Komposisi pemain yang melimpah dari lini belakang hingga depan membuat Les Bleus menjadi favorit utama untuk mengangkat trofi ketiga mereka.

Spanyol selaku pemilik ranking 1 FIFA mengandalkan Pedri, Rodri, dan Lamine Yamal untuk meraih prestasi tertinggi.

Jerman yang berada di posisi 10 FIFA bertumpu pada talenta Musiala dan Wirtz sebagai fondasi utama kebangkitan tim.