Perusahaan energi Italia Eni dan Petronas Malaysia resmi mendirikan perusahaan patungan bernama Searah. Entitas ini akan mengelola 19 aset hulu minyak dan gas bumi di Indonesia dan Malaysia.

Portofolio Searah terdiri dari 14 aset gas di Indonesia dan 5 aset gas di Malaysia.

>>> Sinetron Terikat Janji Episode 63: Konflik Identitas Sena Memuncak

Perusahaan ini diproyeksikan memulai operasional dengan produksi awal lebih dari 300.000 barel setara minyak per hari (boe/d).

Manajemen menargetkan volume produksi dapat melampaui 500.000 boe/d dalam tiga tahun ke depan. Seluruh persetujuan regulasi dan mitra di kedua negara telah terpenuhi.

Komitmen Jangka Panjang di Asia Tenggara

CEO Eni Claudio Descalzi menyatakan bahwa Searah mencerminkan strategi satelit yang telah terbukti berhasil. Entitas ini menggabungkan skala, efisiensi, dan pertumbuhan dengan dukungan keunggulan eksplorasi dan inovasi.

Descalzi menambahkan bahwa Searah merupakan entitas baru pertama dan terbesar di Asia Tenggara yang menggabungkan keahlian Eni dan Petronas.

Langkah ini mendukung pengembangan sumber daya energi lokal dengan fokus pada perlindungan lingkungan.

Presiden dan Group CEO Petronas Tengku Muhammad Taufik menjelaskan bahwa pembentukan Searah sejalan dengan disiplin pengembangan sumber daya dan alokasi modal yang lincah.

Ia berharap Searah menghadirkan kedalaman operasional dan ketahanan finansial untuk memenuhi kebutuhan energi kawasan.

Dukungan Pendanaan dan Rencana Ekspansi

Eni dan Petronas telah mengamankan fasilitas kredit bergulir senilai US$6 miliar (sekitar Rp108,3 triliun). Pendanaan ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis Searah.

Searah mengagendakan investasi lebih dari US$20 miliar dalam lima tahun ke depan.

Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan lebih dari 3 miliar barel setara minyak (boe) sumber daya yang telah ditemukan.