Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong Anggota Bursa (AB) untuk berpartisipasi sebagai Liquidity Provider (LP) guna memperkuat kualitas dan likuiditas perdagangan saham di pasar modal.

Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan minat pelaku industri terhadap program ini terus berkembang. PT Phintraco Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas menjadi pelopor dalam kuotasi saham tersebut.

>>> Tiga Mahasiswa KIP-K Unusa Raih Double Degree dari Taiwan

"Penambahan partisipasi AB ini menunjukkan meningkatnya minat pelaku industri terhadap program LP Saham sekaligus menjadi komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas dan likuiditas perdagangan di Bursa," ujar Jeffrey Hendrik.

Data bursa mencatat sejumlah saham yang dikuotasi oleh Phintraco Sekuritas, seperti GGRM, TKIM, TPMA, TUGU, dan WINS, mengalami kenaikan rata-rata harian nilai transaksi antara 25,98 persen hingga 119,44 persen dalam periode satu minggu sebelum dan sesudah implementasi.

>>> Apple Resmi Luncurkan macOS 27 Golden Gate dengan Fitur AI Canggih

"Kami melihat bahwa kegiatan LP Saham memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas perdagangan dan likuiditas saham di pasar, yang secara tidak langsung memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia," jelas Jeffrey Hendrik.

Program ini mendapat respons positif dari pelaku industri. Mereka menilai skema tersebut berdampak baik bagi penguatan struktur pasar modal sejak awal diterapkan.

>>> Budi Gunadi Sadikin Bantah Rumor Jadi Menteri Keuangan

Direktur Utama Phintraco Sekuritas Ferawati menambahkan, "Dalam implementasinya, kami melihat efektivitas LP Saham membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Bursa, Anggota Bursa, Perusahaan Tercatat, dan asosiasi terkait, khususnya dalam membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fungsi strategis LP Saham dalam mendukung kualitas likuiditas perdagangan."