PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mencatat laba bersih sebesar Rp6,79 miliar pada Kuartal I 2026.

Pencapaian ini disampaikan dalam Public Expose Live 2026 secara daring pada Selasa (9/6/2026).

>>> Cara Aktifkan SPayLater di Shopee 2026 dan Syarat Verifikasi

Kinerja positif tersebut ditopang oleh kenaikan rasio Net Interest Margin (NIM) menjadi 5,78 persen, dari 4,87 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Porsi kredit digital perseroan juga melonjak menjadi 45,6 persen dengan nilai penyaluran mencapai Rp8,14 triliun, tumbuh 29,0 persen secara tahunan.

Strategi Bisnis Digital yang Prudent

Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia menjelaskan pertumbuhan ini mencerminkan fokus perusahaan pada strategi bisnis berkualitas.

Manajemen optimistis prospek perbankan digital masih sangat menjanjikan.

"Di tengah dinamika global, kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan kami bertransformasi menjadi bank digital," ujar Ida Bagus Ketut Subagia.

Ia menambahkan bahwa inovasi produk terus dioptimalkan melalui ragam solusi keuangan digital yang relevan.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Raya mencapai Rp8,44 triliun dengan pertumbuhan tabungan digital sebesar 63,9 persen menjadi Rp2,30 triliun.

>>> Pemerintah dan DPR Sahkan Batas Usia Pensiun Baru dalam UU Polri

Produk Pinang Dana Talangan menyalurkan Rp7,25 triliun kepada sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai.

"Kami optimis pertumbuhan bisnis digital yang berkelanjutan dapat terus tercapai di sisa tahun 2026.

Optimisme ini didukung oleh perkuatan inovasi produk digital dan penerapan disiplin keuangan yang ketat untuk menjaga profitabilitas," tutur Ida Bagus Ketut Subagia.

Kondisi likuiditas perseroan tetap aman dengan rasio LDR sebesar 81,64 persen dan CAR kokoh di level 41,80 persen per Maret 2026.

Hingga periode tersebut, Aplikasi Raya telah memiliki lebih dari 100 fitur dan diakses oleh lebih dari 1 juta nasabah.

"Kami melihat peluang pertumbuhan digital tetap terbuka, namun kami melangkah dengan prinsip kehati-hatian, memastikan setiap ekspansi didukung oleh fundamental yang kuat dan manajemen risiko yang terjaga," tegas Ida Bagus Ketut Subagia.

Untuk memantapkan keamanan operasional digital, Bank Raya telah mengimplementasikan standar internasional ISO/IEC 27001:2022 Information Security Management System.

>>> Bruno Fernandes Pecahkan Rekor Assist Liga Inggris Berkat Kolaborasi dengan Mainoo

Bank Raya juga meraih penghargaan internasional World's Best Bank Awards 2026 dari Forbes pada awal tahun ini.