Kenaikan BI Rate Berpotensi Tekan Sektor Sensitif Pendanaan
Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% pada Selasa (9/6/2026).
Kenaikan ini berpotensi menekan kinerja sektor yang sensitif terhadap biaya pembiayaan. Peningkatan biaya kredit diperkirakan dapat menggerus daya beli masyarakat, terutama di sektor yang bergantung pada pinjaman.
>>> Ekspor Elektronik Malaysia Diprediksi Tembus 800 Miliar Ringgit
Dampak terhadap Sektor Sensitif
Chief Economist PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) Myrdal Gunarto menilai langkah ini strategis untuk mengamankan stabilitas nilai tukar rupiah dari risiko eksternal.
"Meskipun demikian, kenaikan suku bunga acuan berpotensi memberikan tekanan terhadap sektor-sektor yang sensitif terhadap biaya pendanaan dan daya beli masyarakat," kata Myrdal dalam keterangannya.
Myrdal menambahkan bahwa keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan dukungan pertumbuhan ekonomi tetap penting.
Penyesuaian BI Rate ke depan akan bergantung pada inflasi, arus modal asing, nilai tukar rupiah, dan dinamika global.
>>> Joey Pelupessy Evaluasi Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia
"Bank Indonesia diperkirakan tetap mempertahankan fleksibilitas kebijakan untuk merespons perubahan pasar secara cepat dan terukur," ujarnya.
Sementara itu, Ekonom PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) Mika Martumpal menilai pengetatan moneter yang dipadukan dengan kenaikan suku bunga SRBI akan memperkuat kepercayaan investor dan menjaga stabilitas rupiah.
"Stabilitas rupiah dan likuiditas yang cukup akan menjaga pertumbuhan kredit cukup tinggi walaupun cost of fund naik," kata Mika.
>>> Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026 Usai Insiden Lap Pertama
Menurut Mika, otoritas moneter juga memastikan likuiditas sistem keuangan domestik tetap terjaga melalui instrumen Repo.
Update Terbaru
Steven Spielberg Siapkan Film Disclosure Day Tayang Juni 2026
Selasa / 09-06-2026, 17:24 WIB
Jelita Bahar Jual Risol untuk Atasi Gangguan Kecemasan
Selasa / 09-06-2026, 17:24 WIB
Infrastruktur Masif Belum Cukup, Integrasi Logistik Jadi PR Besar
Selasa / 09-06-2026, 17:24 WIB
BPJS Kesehatan: Penyesuaian Iuran Perlu Dipertimbangkan dalam Rancangan Perpres
Selasa / 09-06-2026, 17:24 WIB
Pendaftaran SPMB SMA dan SMK Negeri Sumut 2026 Dibuka, Ini Jalur dan Jadwalnya
Selasa / 09-06-2026, 17:20 WIB
Prabowo Panggil Luhut dan Chatib Basri ke Istana di Tengah Isu Reshuffle
Selasa / 09-06-2026, 17:20 WIB
Daftar Harga HP Xiaomi, Redmi, dan Poco per 9 Juni 2026
Selasa / 09-06-2026, 17:19 WIB
Rupiah Menguat 129 Poin ke Rp 18.058 per Dolar AS
Selasa / 09-06-2026, 17:17 WIB
Itel A200 Resmi di Indonesia, Desain Mirip iPhone 17 Pro Harga Mulai Rp1,5 Juta
Selasa / 09-06-2026, 17:17 WIB
4 HP di Bawah Rp3 Juta Pilihan David GadgetIn, Mana Juaranya?
Selasa / 09-06-2026, 17:16 WIB
Pengembang Tiongkok Jual Apartemen Lantai 34 pada Gedung 32 Lantai
Selasa / 09-06-2026, 17:16 WIB
Kementerian ESDM Resmikan Operasional Pipa Gas Cisem II
Selasa / 09-06-2026, 17:16 WIB
Indosat Integrasikan AI ke Jaringan 5G untuk Perluas Akses ke Desa
Selasa / 09-06-2026, 17:16 WIB
Kredibilitas Fiskal Domestik Picu Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
Selasa / 09-06-2026, 17:16 WIB






