PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,1 triliun sepanjang tahun buku 2025. Angka ini meningkat 12,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba bersih perseroan juga melonjak 23,03 persen menjadi Rp65,53 miliar dari sebelumnya Rp53,3 miliar. Peningkatan ini didorong oleh efisiensi operasional dan optimalisasi rantai pasok.

>>> PT KAI Kucurkan Rp9,18 Triliun untuk Peremajaan 37 Rangkaian KRL

Margin laba bersih perusahaan naik ke level 5,96 persen. Total aset IRRA mencapai Rp2,43 triliun pada akhir 2025.

Kontribusi Segmen Usaha

Produk Diagnostik In Vitro menjadi kontributor terbesar dengan nilai penjualan Rp693,48 miliar. Segmen Alat Kesehatan Elektromedik Steril menyumbang Rp347,94 miliar.

Alat Kesehatan Non-Elektromedik memberikan kontribusi Rp52,88 miliar, dan produk penunjang lainnya Rp5,91 miliar.

Direktur Utama IRRA, Heru Firdausi Syarif, mengatakan pertumbuhan ini mencerminkan permintaan sektor alat kesehatan yang tetap positif di pasar nasional.

"Pertumbuhan pesat industri alat kesehatan mencerminkan optimisme menuju kemandirian sektor kesehatan nasional.

Selaras dengan kebijakan pemerintah, melalui tema Advancing Care, Transforming Lives, kami akan terus memastikan kelancaran distribusi alat kesehatan," ujar Heru.

>>> Divock Origi Resmi Pensiun dari Sepak Bola Profesional pada Usia 31 Tahun

Manajemen juga fokus pada fleksibilitas organisasi untuk menghadapi pergerakan pasar. Heru menambahkan, kondisi industri saat ini menuntut perusahaan bergerak lebih cepat dan responsif terhadap peluang baru.

Dalam RUPS Tahunan di Jakarta pada Jumat (05/06/2026), pemegang saham menyetujui alokasi laba bersih Rp65,53 miliar.

Sebesar Rp1 miliar dialokasikan sebagai dana cadangan, dan sisanya Rp64,53 miliar menjadi laba ditahan untuk modal kerja.

Laba ditahan tersebut akan digunakan untuk memperkuat likuiditas operasional, pengembangan bisnis strategis, dan ekspansi masa depan.

RUPS juga menyepakati perpindahan kantor pusat ke ITS Tower Lantai 21, Pejaten Timur, Jakarta Selatan.

Untuk menjaga pertumbuhan pada 2026, perseroan menerapkan tiga strategi utama: memperluas jaringan distribusi, meningkatkan kapasitas penjualan, dan memperluas kemitraan strategis.

>>> Shin Tae-yong Tanggapi Rumor Anggaran Belanja Pemain Persija Jakarta

IRRA juga fokus pada penjualan produk Alat Kesehatan Dalam Negeri (AKD) milik grup sebagai substitusi impor.