PT KAI Kucurkan Rp9,18 Triliun untuk Peremajaan 37 Rangkaian KRL
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,18 triliun untuk pengadaan 37 rangkaian kereta (trainset) baru.
Proses ini berlangsung sejak 2023 hingga pertengahan 2026.
>>> Divock Origi Resmi Pensiun dari Sepak Bola Profesional pada Usia 31 Tahun
Langkah peremajaan sarana transportasi massal ini bertujuan mengantisipasi lonjakan penumpang serta menggantikan armada lama yang akan memasuki masa konservasi.
Modernisasi dilakukan secara bertahap melalui empat fase pengadaan yang melibatkan manufaktur domestik dan luar negeri.
Armada Baru Mulai Beroperasi
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyatakan bahwa sebagian rangkaian kereta yang dipesan sudah mulai dioperasikan.
"Untuk saat ini KRL Produksi INKA dari 16 Train Set telah beroperasi 7 trainset, dan sisa 9 trainset dalam proses pengiriman dan finalisasi produksi," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (9/6/2026).
Fase pengadaan berikutnya melibatkan armada impor dari produsen China, CRRC Qingdao Sifang Co.Ltd, untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan armada.
>>> Shin Tae-yong Tanggapi Rumor Anggaran Belanja Pemain Persija Jakarta
"Untuk 11 trainset impor seluruhnya telah beroperasi sejak 2025," lanjut Karina.
Urgensi penambahan armada didasari proyeksi pertumbuhan volume pengguna jasa kereta commuter yang terus meningkat.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di DPR, Senin (8/6/2026), mengatakan, "Diproyeksikan dari tahun 2024 sampai dengan 2030, jumlah ridership KRL Jabodetabek meningkat setiap tahunnya 4%, dan diharapkan di tahun 2030 mencapai 437 juta penumpang."
Saat ini mayoritas sarana yang beroperasi merupakan armada tua kiriman dari Jepang, seperti 780 unit JR East 205 dan 128 unit Tojyo Metro 6000 yang berusia 34 hingga 41 tahun.
Untuk mendanai proyek ini, perseroan memanfaatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) bertahap dari tahun anggaran 2024 hingga 2026 dengan total Rp5,3 triliun.
>>> Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,8-6,5% pada 2027
Kekurangan pembiayaan Rp3,69 triliun dipenuhi melalui kredit sindikasi perbankan swasta, sementara sisa Rp0,19 triliun ditutup menggunakan kas internal PT KCI.
Update Terbaru
Sinopsis Om Shanti Om di Mega Bollywood Paling Yahud Hari ini 26 Juli 2026 di ANTV
Sabtu / 25-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis Dhoom di Mega Bollywood Paling Yahud Hari ini 25 Juli 2026 di ANTV
Sabtu / 25-07-2026, 05:00 WIB
YA ALLAH! Terikat Janji Kembali Turun Peringkat, Inilah Acara Televisi dengan Rating Terbaik Hari ini 25 Juli 2026
Sabtu / 25-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis Hotel Mumbai di Bioskop Trans TV Hari ini 25 Juli 2026
Sabtu / 25-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis The Vault di Bioskop Trans TV Hari ini 25 Juli 2026
Sabtu / 25-07-2026, 05:00 WIB
Apakah Drakor Agent Kim Reactivated Bakal Lanjut Season 2?
Sabtu / 25-07-2026, 05:00 WIB







