Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom Tahun Buku 2025 merombak susunan Dewan Komisaris.

Edwin Hidayat Abdullah dan Anthony Leong diangkat sebagai Komisaris dan Komisaris Independen pada Selasa (9/6/2026).

>>> Daniel Sturridge Pimpin Seleksi Pemain Muda di Stadion Patriot Candrabhaga

Keduanya menggantikan posisi Rionald Silaban dan Silmy Karim. Sementara itu, jajaran direksi perusahaan dipastikan tidak mengalami perubahan.

Langkah Strategis Percepat Kedaulatan Digital

Pengamat teknologi dan kebijakan digital ITB, Agung Harsoyo, menilai perombakan ini sebagai langkah strategis. Menurutnya, formasi baru ini diharapkan mampu mempercepat agenda kedaulatan digital Indonesia.

Selain itu, restrukturisasi BUMN telekomunikasi nasional juga menjadi target utama. Pemerintah saat ini tengah mendorong kebijakan perampingan perusahaan di bawah Danantara.

"Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Telkom kali ini merupakan dream team untuk mempercepat agenda kedaulatan digital Indonesia sekaligus memastikan restrukturisasi BUMN telekomunikasi berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo," ujar Agung.

Masuknya Edwin Hidayat Abdullah yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital menjadi sorotan. Kehadirannya dinilai memperkuat jembatan kolaborasi antara Telkom dan pemerintah.

"Masuknya Edwin Hidayat Abdullah memberikan nilai tambah yang sangat signifikan bagi Telkom.

Beliau memahami secara mendalam arah kebijakan digital nasional, mulai dari pengembangan pusat data, kecerdasan artifisial, cloud, hingga penguatan ekosistem digital nasional," kata Agung.

>>> Kemendiktisaintek Bantah Isu Ribuan Calon Dokter Terancam Drop Out

Kombinasi pengalaman regulator dan pelaku industri dipandang sebagai modal krusial. Jabatan komisaris di Telkom sebelumnya juga pernah diisi oleh Dirjen Komdigi terdahulu, Ismail.

Agung juga menyoroti keberadaan Angga Raka Prabowo selaku Wakil Menteri Komunikasi dan Digital yang juga menjabat Komisaris Utama Telkom.