Impor Minyak China Anjlok ke Level Terendah Delapan Tahun Akibat Perang Iran
Impor minyak mentah China merosot ke level terendah dalam lebih dari delapan tahun terakhir pada Mei 2026.
Hal ini dipicu oleh perang Iran yang membatasi pasokan dan sikap Beijing yang menahan diri untuk mencari pasokan pengganti.
>>> 10 Pemain Termahal di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Puncaki Daftar
Volume impor minyak mentah China turun menjadi sekitar 33 juta ton atau setara 7,8 juta barel per hari (bph).
Angka tersebut merupakan yang terendah sejak Oktober 2017, berdasarkan data bea cukai yang dilansir Bloombergtechnoz.
Penurunan ini sangat signifikan mengingat China merupakan importir minyak mentah terbesar di dunia. Sepanjang tahun 2025, negara itu mengimpor rata-rata sekitar 11,6 juta barel per hari.
Strategi China Hadapi Krisis Pasokan
Untuk mengatasi hilangnya sebagian besar barel minyak dari Teluk Persia, China mengandalkan pembatasan ekspor, pengurangan produksi kilang, serta penarikan dari persediaan besar mereka.
Langkah ini membantu mengurangi tekanan pada harga global.
Para analis memperkirakan volume impor China akan tetap rendah selama beberapa bulan ke depan.
Berdasarkan data Kpler, pengolah minyak di China kini semakin bergantung pada persediaan milik kilang daripada melakukan impor baru.
>>> McAfee Temukan Malware WeedHack Berkedok Mod Minecraft Incar Remaja
Meskipun demikian, China terus menambah cadangan strategis selama perang. Kilang milik negara telah memangkas tingkat pengolahan ke level terendah sepanjang sejarah demi menjaga pasokan domestik.
Tekanan terhadap konsumsi juga dipicu oleh penurunan dua digit pada penjualan bensin dan diesel per April 2026.
Hal ini akibat tingginya harga minyak mentah dan tren peningkatan armada kendaraan listrik.
Di sisi lain, impor minyak mentah Iran oleh China yang menjadi bahan baku utama kilang independen ikut menurun.
Penyebabnya adalah sanksi Amerika Serikat yang lebih ketat dan blokade Washington di pelabuhan.
Menurut konsultan industri JLC, margin penyulingan mengalami penyempitan sejak akhir April. Para pengolah kehabisan bahan baku murah yang dibeli sebelum perang.
>>> Piala Dunia 2026 Alami Perubahan Format Terbesar Sepanjang Sejarah
Kondisi ini membuat ekspor produk kilang hanya mencatat sedikit peningkatan menjadi 3,37 juta ton bulan lalu. Posisinya tetap berada pada level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Update Terbaru
BKN Tegaskan Hoaks Pendaftaran CPNS 2026 di Media Sosial
Selasa / 09-06-2026, 13:45 WIB
Jensen Huang Sesali Jual Saham Nvidia Demi Belikan Orang Tua Mobil
Selasa / 09-06-2026, 13:45 WIB
iPadOS 27 Hadirkan Integrasi AI Canggih dan Keamanan Anak yang Lebih Baik
Selasa / 09-06-2026, 13:45 WIB
Cara Cek Pencairan TPG Juni 2026 Melalui Portal Info GTK
Selasa / 09-06-2026, 13:45 WIB
Waspada Modus Pencurian KTP untuk Pinjol Tanpa Izin Pemilik
Selasa / 09-06-2026, 13:44 WIB
DPR RI Sahkan RUU Perubahan Ketiga UU Kepolisian Jadi Undang-Undang
Selasa / 09-06-2026, 13:44 WIB
DSNG Bagikan Dividen Tunai Rp498 Miliar, Setara Rp47 per Saham
Selasa / 09-06-2026, 13:44 WIB
Nama Cut Salwa Ramai Dicari, Video Viral di TikTok dan X Picu Rasa Penasaran Warganet
Selasa / 09-06-2026, 13:42 WIB
Direktorat SMK Buka Pendaftaran Gangwon International Youth Forum 2026
Selasa / 09-06-2026, 13:40 WIB
Thomas Tuchel Dukung Penuh Transfer Anthony Gordon ke Barcelona
Selasa / 09-06-2026, 13:40 WIB
10 Jurusan Kuliah yang Sulit Digantikan AI, dari Keperawatan hingga Hukum
Selasa / 09-06-2026, 13:39 WIB
Tiket BTS Presale Ludes dalam 20 Menit, ARMY Menangis Bahagia
Selasa / 09-06-2026, 13:37 WIB
Asus ExpertCenter D700 Mini Tower: Desktop Andal untuk Operasional Bisnis Modern
Selasa / 09-06-2026, 13:37 WIB
7 Fitur Menarik di iOS 27: Optimalkan AI, Performa Diklaim Lebih Kencang
Selasa / 09-06-2026, 13:37 WIB






