Penyerang Rusia itu sukses menyabet gelar top skor meski langkah negaranya kandas sejak fase grup.

Tantangan Durasi Fase Grup

Konsekuensi paling mencolok dari ekspansi peserta adalah durasi fase grup yang menjadi sangat panjang.

Babak penyisihan ini secara keseluruhan mementaskan 72 pertandingan, melampaui total pertandingan mayoritas edisi Piala Dunia terdahulu.

Rangkaian puluhan laga tersebut hanya bertujuan menyaring kontestan dari 48 menjadi 32 tim.

Sistem yang meloloskan delapan tim peringkat ketiga terbaik dinilai bisa menurunkan tensi kompetitif di setiap pertandingan grup.

Faktor jadwal padat dan perbedaan zona waktu juga menjadi tantangan bagi penonton.

Piala Dunia 2026 diprediksi akan dinikmati sebagian besar penggemar lewat cuplikan, bukan tontonan penuh dari awal.

Potensi Kejutan di Babak 32 Besar

Berbeda dengan fase grup yang berpotensi berjalan lambat, babak 32 besar justru menjanjikan tensi tinggi dan drama mengejutkan.

>>> Apple Resmi Luncurkan iOS 27, Ini Daftar iPhone yang Didukung

Penyaringan dari 32 ke 16 tim yang dulunya lewat 48 laga grup, kini langsung ditentukan melalui 16 pertandingan sistem gugur.

Skema satu laga mati ini membuat kesalahan sekecil apa pun langsung berakibat fatal bagi tim unggulan.

Kejutan serupa pernah terjadi saat Arab Saudi menumbangkan Argentina 2-1 pada laga pembuka grup Piala Dunia 2022.

Argentina kala itu masih bisa bangkit dan lolos karena mempunyai sisa dua pertandingan di babak grup.

Dalam format terkini, hasil mengejutkan di fase gugur akan langsung mengeliminasi tim favorit.

Kondisi tersebut menguntungkan negara kelas menengah yang punya efektivitas tinggi dalam satu laga penentuan.

Lonjakan Keterwakilan Afrika

Konfederasi Sepak Bola Afrika menjadi pihak yang menerima keuntungan paling signifikan dari kebijakan ekspansi ini.