>>> TVS Siapkan Skutik Premium 160 cc untuk Saingi Aerox dan Vario

Budi Santoso menekankan bahwa perdagangan komoditas ini murni menerapkan sistem tukar barang secara langsung. Dampaknya, proses transaksi internasional ini sama sekali tidak bergantung pada mata uang asing.

"Ini sistem barter, jadi tidak menggunakan dolar AS. Masing-masing negara akan memiliki agen yang memfasilitasi transaksi tersebut," jelasnya.

Selain meresmikan nota kesepahaman, para delegasi bisnis asal Filipina turut berpartisipasi dalam agenda business matching. Kegiatan ini mempertemukan mereka secara langsung dengan jajaran produsen serta eksportir asal Indonesia.

Pertemuan bisnis tersebut dimanfaatkan untuk mengenalkan beragam produk lokal berkualitas tinggi. Sektor yang ditawarkan cukup variatif, mulai dari material komoditas bangunan hingga produk ekspor potensial lainnya.

Menteri Perdagangan menilai karakteristik pasar Filipina masih membuka ruang ekspansi yang sangat lebar bagi korporasi Indonesia.

Sektor otomotif hibrida, bahan baku oleokimia, kopi olahan, serta makanan-minuman dianggap memiliki prospek paling menjanjikan.

"Indonesia memiliki keunggulan kompetitif pada sektor-sektor tersebut dan berpeluang meningkatkan ekspor ke Filipina," katanya.

Merujuk pada data resmi Kemendag, performa aktivitas perdagangan Indonesia dan Filipina sepanjang Januari–April 2026 menyentuh US$ 4,16 miliar.

Angka total perdagangan ini mengalami pertumbuhan sebesar 12,03% secara tahunan.

Melalui aktivitas ekspor-impor tersebut, neraca perdagangan Indonesia menorehkan catatan positif. Pemerintah Indonesia berhasil membukukan surplus perdagangan hingga mencapai US$ 2,93 miliar.

Sebagai perbandingan historis, total nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan Filipina sepanjang tahun 2025 berada di angka US$ 12,02 miliar.

>>> Rating TV Nasional per Selasa, 6 Juni 2026, Sinetron Prime Time Masih Kuasai Layar

Pada periode tersebut, Indonesia mengantongi surplus sebesar US$ 8,42 miliar.