Empat Raksasa Teknologi Bayar Ganti Rugi Krisis Mental Siswa AS
Empat perusahaan teknologi global sepakat menyelesaikan gugatan hukum dengan membayar ganti rugi senilai 27 juta dollar AS atau sekitar Rp 486 miliar.
Meta, Alphabet, Snap, dan ByteDance menyetujui penyelesaian tersebut setelah dituduh memicu krisis kesehatan mental di kalangan siswa akibat fitur platform yang dinilai membuat kecanduan.
>>> AMD Tunda Peluncuran GPU Radeon RDNA 5 Akibat Krisis Komponen Global
Kesepakatan damai khusus dengan Meta ditandatangani pada 21 Mei 2026, sementara penyelesaian dengan tiga korporasi lainnya dilakukan dalam periode yang sama.
Dokumen dari Reuters merinci bahwa Meta menyumbang dana terbesar senilai 9 juta dollar AS, diikuti Snap dan ByteDance masing-masing sebesar 8 juta dollar AS, serta Alphabet senilai 2,01 juta dollar AS.
Gugatan ini awalnya diinisiasi oleh Distrik Sekolah Breathitt County di Kentucky, sebuah wilayah kecil dengan total sekitar 1.600 siswa, yang mengeluhkan lonjakan kasus kecemasan dan depresi pelajar.
Dana hasil penyelesaian tersebut akan dialokasikan oleh pihak penggugat untuk membiayai program kesehatan mental di sekolah selama 15 tahun ke depan serta menutup biaya penanganan dampak media sosial.
>>> Apple Resmi Umumkan iOS 27 dengan Optimalisasi Siri AI
Meskipun bersedia membayar nominal ganti rugi yang disepakati, seluruh perusahaan teknologi tersebut tetap menyanggah tuduhan yang diajukan dalam gugatan.
Kasus Percontohan
Perkara hukum dari Distrik Breathitt County ini menjadi sorotan besar karena dikategorikan sebagai "kasus percontohan" atau bellwether case dalam rangkaian litigasi serupa di Amerika Serikat.
Penyelesaian perkara di pengadilan federal California ini memicu fokus baru bagi tim pengacara penggugat untuk mengarahkan sasaran ke lebih dari 1.200 distrik sekolah lain yang memiliki klaim sejenis.
>>> Tribeca Festival Kecam Lelucon Elon Gold dan Lizzy Savetsky soal Palestina
Hingga saat ini, proses hukum terkait dampak media sosial masih terus berjalan dengan rincian 3.300 gugatan di pengadilan negara bagian California serta 2.400 kasus lain di tingkat federal.
Update Terbaru
Taruhan Mencurigakan di Polymarket Selama Piala Dunia Jadi Sorotan
Jumat / 24-07-2026, 21:43 WIB
5 Peningkatan Galaxy Z Fold 8 Ultra yang Paling Berarti
Jumat / 24-07-2026, 21:43 WIB
Amanda Manopo Curhat Jadi Target Ilmu Hitam Eks Staf
Jumat / 24-07-2026, 21:43 WIB
Kisah Zikra Annisa Raih Beasiswa Penuh hingga Lulus Cum Laude, Komitmen STIE IGI Wujudkan Cita-Cita
Jumat / 24-07-2026, 21:43 WIB
5 Hair Dryer Low Watt Hemat Listrik untuk Anak Kos dan Traveling
Jumat / 24-07-2026, 21:42 WIB
Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas
Jumat / 24-07-2026, 21:42 WIB
Semua Perubahan dan Fitur Baru Halo Campaign Evolved
Jumat / 24-07-2026, 21:40 WIB
Warhorse Daftarkan Merek Kingdom Come Salvation, Judul Baru Tanpa 'Deliverance'
Jumat / 24-07-2026, 21:40 WIB
BanG Dream! YUME∞MITA: Perpaduan Budaya Anime dan Manga dalam Identitas Baru
Jumat / 24-07-2026, 21:39 WIB
Final Fantasy X Rayakan 25 Tahun, Nintendo Hadapi Gugatan Tarif
Jumat / 24-07-2026, 21:35 WIB
Tips Naik Rank dari Bronze ke Grandmaster Sebelum Reset Rank Free Fire
Jumat / 24-07-2026, 21:34 WIB
myBCA JSD Blok M Festival 2026 Hadir dengan Format Baru, Libatkan Lebih dari 11 Zona
Jumat / 24-07-2026, 21:34 WIB
Google Tepat Perketat Sideloading di Android Demi Keamanan
Jumat / 24-07-2026, 21:30 WIB
Cara Mudah Menabung Emas Digital lewat Aplikasi Pegadaian Digital yang Aman Tahun 2026
Jumat / 24-07-2026, 21:30 WIB







