Manajemen Danantara Indonesia membantah tudingan publik yang menyebut lembaga superholding tersebut tidak transparan dalam mengelola keuangan.

Pernyataan itu disampaikan pada Selasa (9/6/2026) sebagai respons atas kritik yang berkembang di masyarakat.

>>> Umat Islam Bersiap Amalkan Puasa Sunnah Muharram 1448 Hijriah

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa keterlambatan penyusunan laporan keuangan konsolidasi disebabkan oleh proses restrukturisasi dan audit internal yang masih berlangsung di sejumlah BUMN.

"Kalau mereka selesai setelah kami lakukan pembersihan buku semua, termasuk impairment-impairment yang kami kerjakan, baru selesailah pembukunya Danantara," ujar Dony.

Ia menambahkan bahwa mayoritas perusahaan pelat merah belum menggelar RUPS tahunan untuk mengesahkan laporan keuangan mereka.

Pembersihan buku dan penghitungan penurunan nilai aset menjadi faktor utama yang menentukan waktu penyelesaian laporan akhir lembaga superholding ini.

Komitmen Transparansi

Pihak manajemen mengaku heran dengan munculnya persepsi negatif yang menilai Danantara sengaja menutup-nutupi kondisi finansial internal.

"Kami mau lebih baik, kok dibilang tidak transparan? Bingung.

>>> Pemerintah Ajukan Pengecualian Tarif Impor AS untuk 18 Komoditas

Kami lebih baik, kan bisa lihat sendiri, kan semua dibuka. Bisa cek kok sekarang," imbuh Dony.

Danantara menegaskan komitmennya untuk mendorong transparansi informasi dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) secara ketat.

Proses konsolidasi angka merupakan penjumlahan langsung dari seluruh buku perusahaan BUMN yang berada di bawah naungan lembaga.

Sebagai contoh, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) baru menyelesaikan RUPS tahunan pada Senin (8/6/2026), sementara perusahaan besar lain masih mengantre.

"Pembukuan Danantara itu kan konsolidasi, penjumlahan dari buku BUMN-BUMN. Nah BUMN-nya ini sendiri belum selesai, bagaimana kita bisa selesaikan?

Hari ini baru selesai yang Telkom. Habis ini tanggal 15 [Juni], PLN," tutur Dony.

>>> Kurs Rupiah Spot Menguat ke Rp 18.140 Per Dolar AS pada 9 Juni 2026

Manajemen Danantara Indonesia memastikan laporan keuangan konsolidasi akan segera disajikan secara transparan dan akuntabel kepada publik setelah seluruh emiten pelat merah menyelesaikan pembersihan pembukuan dan mendapat pengesahan resmi.