Apple Inc. secara resmi memperkenalkan perombakan total pada fondasi sistem operasi terbarunya dalam konferensi pengembang tahunan Worldwide Developers Conference (WWDC) pada Senin waktu Amerika Serikat, 8 Juni 2026.

Pembaruan ini mencakup integrasi asisten digital Siri AI yang dirancang lebih cerdas untuk bersaing dengan para kompetitor di bidang kecerdasan buatan.

>>> Marcus Rashford Tolak Bayern Muenchen Demi Bertahan di Barcelona

Sistem operasi teranyar seperti iOS 27, macOS 27 Golden Gate, watchOS 27, dan visionOS 27 kini dibekali Siri AI yang mampu memahami konteks serta mengontrol berbagai aplikasi.

Langkah ini diambil setelah perusahaan asal Cupertino, California tersebut sempat menunda beberapa fitur di tengah ketatnya persaingan dengan OpenAI, Google, dan Anthropic.

Siri AI Hadir Secara Bertahap

Peluncuran fitur baru ini diakui Apple akan memakan waktu, di mana Siri AI awalnya hanya tersedia dalam versi beta bahasa Inggris pada musim gugur ini serta belum hadir di Tiongkok dan Uni Eropa.

Siri kini dapat mengakses informasi pribadi, data web, hingga konten layar, yang sebenarnya merupakan kemampuan yang semula dijadwalkan rilis awal 2025.

Keterlambatan komitmen fitur Apple Intelligence tersebut sempat memicu masalah hukum, hingga Apple harus membayar penyelesaian klaim konsumen sebesar US$250 juta bulan lalu.

Menurut analis IDC Francisco Jeronimo, WWDC 2026 adalah ujian kredibilitas AI Apple.

>>> Jadwal Lengkap Libur Sekolah Juni 2026 dan Daftar Tanggal Merah

Apple tidak perlu memenangkan persaingan AI dengan model terbesar, tetapi perlu membuat AI dipercaya, berguna, dan tidak terlihat di seluruh ekosistem.

Selain pembaruan sistem operasi, raksasa teknologi ini juga bersiap meluncurkan perangkat keras baru yang mendukung teknologi kecerdasan buatan tersebut.