Catatan sejarah membuktikan bahwa negara yang mampu mengambil keputusan cepat di masa krisis akan keluar sebagai pemenang saat ekonomi dunia pulih.

"Karena itu, saat ini adalah momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, kawasan industri, dan investor guna menjaga arus investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional," tegas Ma'ruf.

Mengenai guncangan di pasar modal dan fluktuasi nilai tukar, HKI mengimbau semua pihak untuk menyikapinya secara proporsional.

Pergerakan instrumen keuangan tersebut merupakan bagian dari siklus ekonomi yang lumrah terjadi ketika tensi global meningkat.

Tekanan dari tingginya suku bunga global, ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta pergeseran modal internasional sejatinya melanda seluruh negara berkembang, bukan hanya Indonesia.

Indonesia tercatat memiliki rekam jejak panjang dalam melewati berbagai badai ekonomi besar, mulai dari krisis finansial Asia, krisis global 2008, pandemi Covid-19, hingga konflik geopolitik kontemporer.

>>> Disdikbud Magelang Pastikan Temuan Kepingan Emas di Candi Losari

"Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa daya tahan ekonomi nasional tidak boleh diukur hanya dari pergerakan harian kurs atau indeks saham, melainkan dari kemampuan menjaga aktivitas ekonomi riil, investasi, produksi, dan penciptaan lapangan kerja," tegas Ma'ruf.