Gelar juara sektor ganda putra pada turnamen Polytron Indonesia Open 2026 berhasil dibawa pulang oleh pasangan asal Malaysia, Nur Izzuddin/Goh Sze Fei.

Pasangan Goh/Izzuddin menumbangkan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, lewat pertandingan ketat dengan skor akhir 13-21, 21-18, dan 21-10.

>>> Christian Eriksen Kolaps di Laga Ukraina vs Denmark, Tim Medis Bertindak Cepat

Raymond/Joaquin mengawali laga final dengan performa impresif hingga mengamankan kemenangan telak pada gim pertama.

Keunggulan sempat berlanjut pada gim kedua ketika wakil tuan rumah memimpin jauh dengan skor 14-8.

Namun, performa Raymond/Joaquin menurun akibat rentetan kesalahan sendiri yang membuat fokus mereka terganggu, sehingga momentum tersebut langsung dimanfaatkan Goh/Izzuddin untuk membalikkan situasi.

Evaluasi Berharga bagi Pasangan Muda Indonesia

“Pertandingan tadi menjadi pelajaran penting buat kami. Secara keseluruhan, saya rasa sudah all out.

Kami sudah menampilkan apa yang kami bisa,” jelas Joaquin.

“Kami pun juga di lapangan berusaha, kalau bisa jangan sampai poin hilang banyak banget, tapi saya rasa pasangan Malaysia tadi mainnya benar-benar luar biasa, mereka tetap fokus, tetap menjaga pikiran,” imbuhnya.

>>> Nova Arianto Apresiasi Mental Timnas Indonesia U-19 Usai Tekuk Vietnam

“Kami benar-benar mengontrol lawan dari awal game pertama sampai 14-8 tadi.

Setelah lawan dapat satu poin dua poin, mungkin mereka melihat kami kayak sempat bingung, mungkin mereka notice juga.

Jadinya mereka mengambil momentum itu,” tambah Joaquin.

Memasuki gim penentu, Raymond/Joaquin tidak mampu keluar dari tekanan ganda Malaysia dan terus tertinggal dalam perolehan poin.

“Lawan adalah pemain yang pengalamannya banyak ya di turnamen-turnamen besar.

Mungkin kami harus lebih waspada lagi untuk game game berikutnya, konsentrasi lebih ditambah lagi apalagi posisinya kami sudah memimpin duluan di game pertama dan kedua,” ujar Raymond.

>>> Persija Jakarta Umumkan Pelatih Baru di JIS Besok

Melalui pencapaian hingga babak final di turnamen level Super 1000 ini, Raymond/Joaquin mendapatkan banyak evaluasi berharga mengenai pentingnya konsentrasi serta cara mempertahankan keunggulan dalam pertandingan.