"Dan saya sangat ingat salah satu pelatih saya, ketika saya masih muda, menunjukkan kepada saya momen saat Jonatan membalikkan keadaan melawan Viktor Axelsen di French Open 2019.

Seingat saya saat itu skornya tertinggal 19-10. Dia berhasil bangkit, jadi itu sangat menginspirasi saya," tuturnya.

Hubungan sang juara baru dengan bulutangkis Indonesia juga diperkuat oleh latar belakang kepelatihannya yang pernah dibimbing oleh mantan pelatih nasional Jeffer Rosobin.

"Mungkin Anda sudah mengenalnya sebelumnya. Jadi saya memiliki kedekatan dengan Indonesia, dan banyak pelatih saya sebelumnya bahkan sampai sekarang berasal dari Indonesia.

Jadi, saya sangat beruntung dibantu oleh para pelatih dari salah satu negara terbaik di olahraga ini. Klub saya memiliki pelatih-pelatih dari Indonesia," kata Victor Lai.

Pebulutangkis yang berbasis di Toronto ini mulai menekuni olahraga tepok bulu sejak usia dini hingga akhirnya meraih pencapaian tertinggi dalam kariernya saat ini.

"Saya mulai bermain bulu tangkis sekitar usia delapan tahun.

>>> Pertamina Tanam 1.000 Pohon dan Perkuat Kelola Sampah di Bantul

Sebenarnya, bulutangkis bukanlah olahraga pertama yang diperkenalkan kepada saya, tetapi saya sangat menyukainya dan para pelatih mengatakan saya memiliki banyak bakat, jadi saya terus bermain," ujar Victor Lai.