Penguatan Sistem Kelistrikan dan Gardu Traksi Baru

Strategi awal dalam pembenahan KRL Green Line difokuskan pada penguatan sistem Listrik Aliran Atas (LAA) di rute Tanah Abang-Rangkasbitung.

Daya listrik di jalur tersebut saat ini tertahan di level 3.000 volt, tertinggal dari lintas Bogor dan Bekasi yang sudah ditopang daya 4.000 volt.

Keterbatasan pasokan daya tersebut menyebabkan rangkaian KRL dengan formasi stamformasi 12 kereta belum bisa dioperasikan.

Akibatnya, daya angkut penumpang saat ini masih bertumpu pada rangkaian KRL yang berisi 8 dan 10 kereta.

>>> Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia S1 UPJB Buka Peluang Karier Lulusan di Berbagai Bidang

KAI bakal mendirikan 11 gardu traksi baru di sepanjang jalur Tanah Abang-Rangkasbitung demi menyokong lonjakan kapasitas layanan.

Penambahan pasokan daya ini diproyeksikan menjadi fondasi utama dalam mengoperasikan rangkaian kereta yang lebih panjang.

Melalui kapasitas angkut yang lebih besar, jumlah penumpang yang bisa diakomodasi dalam sekali perjalanan akan meningkat.

Langkah ini juga diharapkan mampu memberikan ruang gerak yang lebih longgar bagi pelanggan di waktu-waktu sibuk.

Eksekusi penambahan kapasitas ini berjalan lewat koordinasi erat antara KAI dan DJKA Kementerian Perhubungan selaku regulator.

Sinergi kedua pihak mencakup rancangan penguatan sistem kelistrikan, ekspansi kapasitas lintas, hingga pembaruan sistem operasi perjalanan.

Modernisasi Sistem Persinyalan dan Headway Kereta

Selain sektor kelistrikan, KAI bersama DJKA Kementerian Perhubungan berfokus memodernisasi sistem persinyalan.

Sebagian persinyalan di lintas Rangkasbitung masih memakai sistem blok tertutup yang membatasi volume lalu lintas kereta api.

Sistem blok tertutup tersebut membuat satu blok yang meliputi beberapa stasiun hanya boleh diisi oleh satu armada kereta dalam satu waktu bersamaan.