Berkat skema produksi dalam negeri dan perolehan insentif pajak berupa PPnBM, harga bZ4X terpangkas drastis menjadi Rp 799 juta on the road (OTR) Jakarta.

Di sisi lain, Toyota Urban Cruiser EV kini ditawarkan dengan banderol Rp 759 juta OTR Jakarta.

Margin harga yang tipis membuat posisi bZ4X diuntungkan karena faktor popularitas produk yang lebih matang.

"Jadi memang banyak yang fokus ke bZ4X. bZ4X kan dulunya harganya di atas Rp 1 miliar.

Saat Urban Cruiser masuk, di waktu yang bersamaan bZ4X juga sudah diproduksi lokal," ujar Anton.

"Akhirnya dapat subsidi PPnBM juga. Harganya jadi berada di level yang mirip, ya, selisihnya sedikit," katanya.

"Tapi kalau melihat konsumen, memang banyak yang mengarah ke bZ4X," kata Anton.

Secara konsep desain, kedua produk ini membawa pendekatan yang kontras.

Urban Cruiser EV dirancang dengan bahasa desain SUV perkotaan yang cenderung konvensional.

Dimensi bodinya kompak dengan overfender kokoh serta fascia khas Toyota, memberikan kesan sporty yang familiar.

Arah berbeda ditunjukkan oleh bZ4X yang mengeksplorasi gaya futuristis khas kendaraan masa depan.

Struktur bodinya lebih rendah dan melebar, dipadukan dengan panel grille minimalis serta tarikan garis aerodinamis.

Langkah Toyota menyajikan dua opsi SUV listrik ini memberikan kebebasan memilih bagi konsumen.

>>> Harga Motor Listrik Juni 2026: United TX-3000 Diskon Rp 27 Juta, Polytron Naik

Meski memiliki karakteristik bertolak belakang, Anton melihat mayoritas konsumen saat ini tetap menjatuhkan pilihan pada bZ4X.