Manajemen Bali United menunjukkan keseriusan tinggi dalam menyongsong kompetisi Super League 2026/2027.

Setelah melewati musim yang tidak konsisten dan gagal menembus papan atas, klub berjuluk Serdadu Tridatu ini langsung mengambil langkah agresif untuk membenahi komposisi tim.

>>> Emil Audero Banjir Pujian Usai Timnas Indonesia Tekuk Oman

Langkah awal pembenahan ini ditandai dengan keputusan mempertahankan pelatih kepala asal Belanda, Johnny Jansen.

Mantan juru taktik PEC Zwolle tersebut kembali diberikan mandat penuh untuk menakhodai tim dan kini mulai terlibat langsung dalam merancang kekuatan baru.

Selain mempertahankan sang pelatih, manajemen Bali United juga mengambil langkah besar dengan merestrukturisasi komposisi pemain.

Sebanyak enam nama dipastikan resmi berpisah dan tidak lagi memperkuat tim untuk musim balap 2026/2027.

Keputusan melepas sejumlah pilar ini menjadi indikasi kuat bahwa manajemen ingin membangun ulang kekuatan tim.

Evaluasi besar-besaran dilakukan agar Serdadu Tridatu bisa kembali bersaing di jalur perebutan juara setelah meraih hasil minor pada musim lalu.

Pembersihan skuad ini berdampak pada sejumlah pemain lokal, di antaranya Yabes Roni Malaifani, M. Rahmat, dan Yusuf Meilana.

Yabes Roni sebelumnya sempat dipinjamkan ke Persis Solo, sementara M. Rahmat dan Yusuf Meilana dilepas setelah kesulitan menembus tim utama untuk mendapat menit bermain reguler.

Perombakan juga menyasar sektor pemain asing dengan tidak diperpanjangnya kontrak Mirza Mustafic, Boris Kopitovic, dan Diego Campos.

Keputusan mendepak Diego Campos menjadi hal yang paling tidak terduga oleh banyak pihak.

Sebelumnya, penyerang yang berasal dari Kosta Rika tersebut santer dikabarkan masuk dalam proyeksi jangka pendek klub.

Campos awalnya diprediksi akan tetap dipertahankan manajemen bersama legiun asing asal Jepang, Teppei Yachida.