Mirra Andreeva mengungkapkan perjuangan emosional di balik keberhasilannya meraih gelar juara tunggal putri Grand Slam Prancis Terbuka pada Sabtu, 6 Juni 2026 di Paris.

Atlet berusia 19 tahun itu mencatatkan sejarah sebagai pemenang termuda di Roland Garros sejak Monica Seles pada 1992.

>>> Mirra Andreeva Juarai Prancis Terbuka 2026, Kalahkan Maja Chwalinska

Ia mengalahkan Maja Chwalinska di final dengan skor 6-3, 6-2.

Andreeva melaju ke final setelah menundukkan Marta Kostyuk di semifinal dengan skor 6-1, 6-3. Kemenangan itu menghentikan rekor 17 kemenangan beruntun Kostyuk di lapangan tanah liat.

Usai memastikan trofi, Andreeva mengakui tekanan psikologis yang sangat berat sepanjang turnamen.

"Last but not least I also wanna thank myself for believing in myself… Always giving my 100% even when it’s tough," katanya dalam pernyataan yang dilansir The Tennis Letter.

Sorotan Pengamat pada Performa Kostyuk

Kekalahan Marta Kostyuk di semifinal memicu sorotan tajam dari pengamat tenis internasional.

Mantan petenis nomor satu Inggris, Anne Keothavong, menilai Kostyuk melakukan kesalahan taktik dengan terus mengarahkan pukulan ke area backhand Andreeva yang justru menjadi kekuatan utama lawan.

"The thing Marta Kostyuk did not quite get right, I just felt she was overplaying Andreeva’s backhand," ujar Keothavong dalam siaran langsung TNT Sports.

Ia menambahkan bahwa Kostyuk terlalu lama terjebak dalam adu pukulan backhand silang dan terlambat mengubah arah permainan ke area forehand.

Mantan petenis Inggris lainnya, Tim Henman, menyoroti ketangguhan servis Andreeva yang membuat Kostyuk frustrasi.

>>> Portugal Uji Coba Lawan Chile di Lisbon Jelang Piala Dunia 2026

"I think the reality is when you are holding serve that comfortably it frees you up on your return games to be even more aggressive," kata Henman.