Militer Ukraina meluncurkan serangan drone besar-besaran yang menyasar wilayah St. Petersburg, Rusia.

Aksi ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan penolakannya terhadap usulan pembicaraan damai dengan Kyiv.

>>> Pemkab Bintan Sediakan 1.309 Lowongan Kerja Lewat Job Fair 2026

Gempuran yang mengarah ke kota tersebut dan area di sekitarnya mengakibatkan fasilitas milik Kementerian Pertahanan terbakar.

Operasional bandara komersial terbesar kedua di Rusia juga sempat mengalami gangguan selama beberapa jam.

Gubernur Alexander Drozdenko melalui pernyataan di Telegram mengungkapkan bahwa sistem pertahanan udara Rusia berhasil merontokkan 144 drone di wilayah Leningrad.

Ia menyebut aksi ini sebagai serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Insiden kebakaran di fasilitas Kementerian Pertahanan tepatnya terjadi di distrik Lomonosovsky. Peristiwa tersebut memaksa dilakukannya evakuasi sebagian terhadap warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.

Pihak administrasi distrik menyatakan bahwa akses lalu lintas menuju Kronstadt sempat ditutup sementara.

Kronstadt merupakan pangkalan angkatan laut Rusia yang berada di Pulau Kotlin, sebelah barat kota St. Petersburg.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membenarkan adanya operasi militer di wilayah St. Petersburg tersebut.

Melalui media sosial, Zelenskyy menyampaikan bahwa target serangan meliputi Kronstadt serta gudang senjata milik Angkatan Navy Rusia.

Zelenskyy menambahkan bahwa depot minyak di wilayah Krasnodar, Rusia selatan, turut menjadi sasaran dalam gelombang serangan yang sama.

>>> Mathew Baker Cetak Rekor Debutan Termuda Timnas Indonesia Senior

Wilayah Leningrad memegang peran penting sebagai pusat ekspor komoditas utama di bagian barat laut Rusia.

Sepanjang tahun ini, kawasan tersebut berulang kali menjadi target serangan Ukraina, termasuk operasi yang merusak terminal ekspor energi.