Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, melangkah ke final Indonesia Open pertama sepanjang kariernya.

Kondisi tersebut dapat membuat jalannya pertandingan menjadi sangat alot apabila ritme serta tempo permainan gagal dikendalikan sejak awal laga.

"Menurut saya faktor paling penting adalah pengalaman. Mereka punya speed, power, semangat, dan keinginan yang sangat besar.

>>> Timnas Indonesia Dinilai Realistis Tembus 100 Besar FIFA

Tetapi yang mereka belum punya adalah pengalaman karena baru beberapa tahun berada di top level," kata Jonatan.

Walaupun merasa lebih diunggulkan dari segi jam terbang bertanding, wakil tuan rumah ini pantang memandang sebelah mata kemampuan sang lawan.

Ia mengakui bahwa peta persaingan sektor tunggal putra dunia saat ini diwarnai oleh perkembangan pesat generasi muda yang kian sering diterjunkan di turnamen-turnamen mayor.

"Namun saya rasa pemain muda sekarang banyak yang bagus, seperti Alwi, Alex Lanier, Panitchaphon, dan Victor Lai. Karena mereka terus ikut bersaing, mereka juga pelan-pelan belajar," ujar Jonatan.

Strategi Jitu dan Harapan Publik Istora

Guna meredam perlawanan keras dari penantangnya, persiapan taktik akan segera dibahas bersama dengan tim pelatih.

Evaluasi mendalam melalui rekaman video pertandingan lawan bakal menjadi fokus guna meracik strategi paling tepat untuk diterapkan.

"Saya akan coba berdiskusi dengan tim, melihat video lagi, dan mencari strategi yang tepat untuk melawan dia," kata Jonatan.

Laga final ini dipastikan memberikan ujian bertanding yang jauh berbeda dibandingkan fase semifinal.

Jika sebelumnya ia difokuskan meredam kecepatan atlet Thailand, kini ia bakal meladeni pemuda yang kepercayaan dirinya tengah meroket tajam pasca-menumbangkan pemain papan atas.

Kendati rintangan yang dihadapi tidaklah mudah, dukungan masif dari ribuan penonton yang memadati tribun Istora diyakini menjadi tambahan modal yang sangat berharga.

Sorak-sorai publik tersebut sejalan dengan motivasi pribadinya untuk menyudahi puasa gelar yang cukup panjang dari sektor tunggal putra tanah air.

"Saya lebih mau menikmati pertandingan. Pasti ada ekspektasi dan harapan dari masyarakat pencinta bulu tangkis.

Harapannya tentu bisa meraih gelar juara," ujar Jonatan.

>>> PLN Rampungkan Fondasi Tower Darurat untuk Pemulihan Listrik Sumut

"Itu juga yang saya sampaikan sejak awal, Indonesia Open menjadi salah satu target saya. Jadi saya ingin berusaha menikmati momen tersebut," kata dia menambahkan.