Melalui diskusi tersebut, Formas mendorong tindakan nyata untuk mendongkrak taraf hidup guru honorer. Handoyo menekankan perlunya kebijakan yang berpihak dan kontribusi dari elemen masyarakat yang lebih mampu.

"Kami mencoba menggelitik elemen masyarakat yang lebih beruntung untuk bersama-sama memperhatikan guru honorer," ucap Handoyo.

Formas mengusulkan gerakan gotong royong seperti pengumpulan bantuan dana atau bahan pokok untuk meringankan beban harian guru. Gerakan ini diyakini berdampak signifikan mengingat jumlah tenaga honorer yang masif.

"Dengan gerakan lima ribuan, jika bergulir, kita punya data 237.000 orang. Mungkin kita bisa memberikan tambahan dari hasil yang terkumpul," kata Handoyo.

Menurutnya, penanganan masalah ekonomi guru honorer memerlukan kolaborasi agar mereka bisa fokus memajukan pendidikan tanpa beban finansial. Solidaritas antarwarga dinilai sebagai instrumen penting mendampingi regulasi pemerintah.

>>> Jonatan Christie Tembus Final Polytron Indonesia Open 2026

"Gerakan masyarakat ini kami coba galakkan lewat FGD-FGD seperti ini," tutup Handoyo.