Bali Diminta Tiru Yogyakarta dalam Penghijauan dan Penataan Taman Kota
Dosen Universitas Udayana (Unud), I Nyoman Sunarta, mendorong Bali untuk meniru Yogyakarta dalam hal penghijauan dan penataan taman kota.
Ia menyoroti berkurangnya lahan hijau di Bali akibat masifnya pembangunan yang menyebabkan kenaikan suhu di kawasan perkotaan seperti Denpasar.
>>> Aktor China Jin Ze Meninggal Dunia pada Usia 33 Tahun
Sunarta mencontohkan kawasan Malioboro di Yogyakarta yang banyak ditanami pohon asam, sehingga menciptakan suasana kota yang lebih teduh dan nyaman.
"Silakan lihat Jogja. Itu penghijauannya di kota itu pohon asam semua.
Dia kembalikan ke Belanda," ujar Sunarta seusai Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau (Baliceb) Periode 2026-2031 di Denpasar, Jumat (5/6).
Menurut Sunarta, penghijauan di kawasan kota perlu dilakukan dengan memilih jenis tanaman yang tepat, seperti pohon asam atau celagi.
Konsep tersebut sudah diterapkan sejak zaman kolonial Belanda.
Pohon asam dipilih karena memiliki banyak stomata yang efektif menyerap karbon dioksida, dan sistem perakarannya tidak mudah merusak infrastruktur.
>>> Jonatan Christie Tembus Final Polytron Indonesia Open 2026
Dosen Fakultas Pariwisata Unud itu membeberkan hasil penelitiannya pada 2018. Perubahan tutupan lahan menjadi beton dan bangunan menyebabkan panas matahari tersimpan lebih lama di perkotaan.
Akibatnya, suhu udara di kota menjadi lebih tinggi dibandingkan wilayah yang masih memiliki banyak ruang hijau.
"Di kota temperaturnya sudah mulai meningkat tajam. Itu karena energi terperangkap di kota, nggak bisa ke mana-mana, sehingga kota menjadi semakin panas," imbuhnya.
Sunarta menegaskan penghijauan adalah langkah sederhana untuk menekan kenaikan suhu di perkotaan. Namun, vegetasi yang dipilih harus sesuai dengan kebutuhan lingkungan.
"Kalau ingin mengurangi peningkatan temperatur di kota, ya itu penghijauan. Itu kan revegetasi.
Cuma vegetasi yang kita perlukan harus vegetasi yang pilih-pilih," ujarnya.
>>> Marc Marquez Rebut Pole Position MotoGP Hungaria 2026
Ia menyarankan penentuan jenis tanaman yang cocok sebaiknya melibatkan para ahli biologi dan lingkungan agar manfaatnya maksimal dalam jangka panjang.
Update Terbaru
Kisah TNI Tak Sengaja Temukan Emas dan Berlian Soekarno di Sukabumi
Sabtu / 06-06-2026, 19:23 WIB
Alexander Zverev Rebut Tiket Final Roland Garros 2026
Sabtu / 06-06-2026, 19:23 WIB
Pemerintah Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Libur Nasional Tahun Baru Islam
Sabtu / 06-06-2026, 19:22 WIB
Ilmuwan Ungkap Misteri Asal-usul Batu Altar Stonehenge dari Skotlandia
Sabtu / 06-06-2026, 19:20 WIB
Peluang Rebound IHSG dan Rupiah Bergantung Langkah Pemerintah
Sabtu / 06-06-2026, 19:20 WIB
Renault Luncurkan Duster DCT Generasi Terbaru dengan Harga Terjangkau
Sabtu / 06-06-2026, 19:18 WIB
Sinopsis Great White, Bioskop Trans TV 6 Juni 2026
Sabtu / 06-06-2026, 19:17 WIB
Renault Luncurkan Duster Generasi Terbaru di India, Harga Mulai Rp270 Jutaan
Sabtu / 06-06-2026, 19:17 WIB
Inter Milan Dekati Liverpool demi Rekrut Curtis Jones
Sabtu / 06-06-2026, 19:16 WIB
Rizky Ridho Catat 50 Caps Bersama Timnas Indonesia Usai Libas Oman
Sabtu / 06-06-2026, 19:16 WIB
Singapore Airlines Jajaki Pembelian 50 Jet Besar Airbus dan Boeing
Sabtu / 06-06-2026, 19:16 WIB
6 Lokasi yang Sebaiknya Dihindari Saat Membeli Rumah
Sabtu / 06-06-2026, 19:16 WIB
Veda Ega Pratama Start Kesembilan di Kualifikasi Moto3 Hungaria 2026
Sabtu / 06-06-2026, 19:12 WIB
Portugal Uji Coba Lawan Cile Sebelum Piala Dunia 2026
Sabtu / 06-06-2026, 19:12 WIB






