10 Hari Jelang Piala Dunia, Timnas Iran Akhirnya Dapat Visa AS
Para pemain sepak bola timnas Iran akhirnya mendapatkan visa untuk memasuki Amerika Serikat, hanya sepuluh hari sebelum pertandingan pertama mereka di Piala Dunia 2026.
Seorang pejabat AS mengonfirmasi hal tersebut kepada Reuters pada Jumat (5/6/2026). Sebelumnya, duta besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, mengatakan pada Kamis bahwa visa belum diterima.
>>> Alexander Zverev Melaju ke Final French Open 2026 Usai Tekuk Jakub Mensik
Meski para pemain sudah mendapat visa, media Iran melaporkan bahwa beberapa staf administrasi masih belum mendapatkannya.
Kantor berita semi-resmi Tasnim menyebut Direktur Eksekutif Mehdi Kharati, Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Hedayat Mombini, dan Direktur Media Mohsen Motamedkia termasuk yang belum menerima visa.
Anggota staf tanpa visa akan berangkat ke Meksiko bersama tim sementara upaya pengurusan visa terus dilakukan.
Latar Belakang Geopolitik
Piala Dunia 2026 yang digelar di AS, Meksiko, dan Kanada menjadi ajang pertama sejak 1930 di mana tuan rumah menerima negara yang sedang berperang dengannya.
Perang antara AS dan Israel melawan Iran yang dimulai Februari lalu mewarnai turnamen ini.
Iran melakukan negosiasi di menit-menit terakhir untuk memindahkan markas tim dari Arizona ke Tijuana, Meksiko, karena masalah visa dan kekhawatiran keamanan.
>>> Kebijakan Ekspor Satu Pintu Berpotensi Pengaruhi Premi Tokio Marine
Tim dijadwalkan mendarat di Tijuana pada Minggu pagi.
Iran akan memainkan pertandingan pertama Grup G pada 15 Juni melawan Selandia Baru di Los Angeles. Mereka juga akan menghadapi Belgia dan Mesir.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan AS tidak akan mengizinkan orang-orang yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam masuk dalam delegasi Iran.
Presiden Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj, mantan komandan Garda Revolusi, sebelumnya ditolak masuk untuk undian turnamen di Washington.
Duta Besar Pasandideh menyebut partisipasi Iran di Piala Dunia menunjukkan upaya perdamaian. "Iran mencari perdamaian," katanya.
>>> Bawa Tas Ransel Terlalu Berat Picu Risiko Saraf Kejepit di Leher
Namun, perundingan damai antara Iran dan AS masih berjalan lambat meski ada kemajuan kecil.
Update Terbaru
Game Boy Pocket Berusia 30 Tahun, Warisannya Masih Terasa di Genggaman Modern
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Ratusan Pemain Old School RuneScape Jadi Biksu dan Picu Perang Suci
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Mushoku Tensei III Episode 1-4: Kisah Eris dan Kebahagiaan Rudeus
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Manga Heisei Haizan-hei ☆ Sumire-chan Hiatus karena Cuti Melahirkan
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Wamen Irene Dorong Tenun Sumba Barat Daya Naik Kelas Lewat Storytelling
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
PTPN I Fokus pada Lima Pilar untuk Transformasi Agroindustri
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Google Perkenalkan Koleksi untuk Atasi Notebook Gemini yang Berantakan
Rabu / 22-07-2026, 03:22 WIB
Moto G Play (2024) Kini Hanya $100, Ponsel Budget Terbaik
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Nashville Gelar Konferensi Keamanan Kota untuk Pemimpin Penegak Hukum
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Indonesia Terbitkan Panda Bonds Senilai 1 Miliar Dolar AS
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Mertua Joseph Duggar Akan Diperiksa dalam Kasus Pelecehan Anak
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Melania Trump Minta Sanksi untuk Jurnalis Michael Wolff
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Carole Radziwill Bantah Terlibat Kasus Epstein di RHONY
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Putra Claude Lemieux Ungkap Legenda NHL Kambuh Kecanduan Seks
Rabu / 22-07-2026, 03:19 WIB







