Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan positif terhadap keputusan Bank Indonesia yang menaikkan remunerasi atas penempatan dana pemerintah di bank sentral.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya di Gedung DPR RI pada Sabtu (6/6/2026).

>>> Jemaah Haji Mulai Pulang, Khutbah Jumat 12 Juni 2026 Bahas Tanda-Tanda Haji Mabrur

Menurutnya, penyesuaian bunga simpanan oleh otoritas moneter itu memberikan pasokan dana segar bagi kas negara.

Tambahan margin dari kenaikan remunerasi diproyeksikan mampu menambal beban pembiayaan sekuritas yang berpotensi membengkak.

"Yang pertama itu ada insentif katanya, berarti saya nambah duit. Jadi seandainya ada kenaikan interest [payment], ada yang meng-cover," jelas Purbaya Yudhi Sadewa.

Soroti Persepsi Negatif Pasar

Selain membahas insentif kas, Purbaya menyoroti fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang saat ini mengalami tekanan.

>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 7 - 14 Juni 2026

Ia mengklaim kondisi tersebut terjadi akibat sentimen negatif pasar terhadap performa domestik, padahal indikator fundamental ekonomi nasional mencatatkan rapor yang solid.

"Jadi kendala utama adalah persepsi negatif terhadap ekonomi kita, yang tidak terlalu benar," ujar Purbaya.

Menurutnya, penilaian terhadap realisasi APBN dan geliat aktivitas pasar saat ini menjadi bukti ketahanan ekonomi.

Namun, opini yang berkembang di publik justru kerap menyudutkan situasi keuangan negara dengan narasi kehancuran sistemik.

>>> Daftar Acara ANTV Minggu, 7 Juni 2026 Ada Mega Bollywood Satyaprem Ki Katha, Antara Cinta dan Dusta, Doriyaann, Series Thanak, Sayali, Vasudha, Teri Meri plus Link

"Ketika persepsi dibilang kita mau hancur segala macam, sebagian orang terpengaruh. Itu yang akan kita hilangkan dengan kerja sama yang lebih erat dengan bank sentral," kata Purbaya.