FIFA mengancam akan menghapus tiket Piala Dunia 2026 yang diperoleh secara gratis oleh puluhan suporter akibat gangguan sistem pembayaran.

Organisasi sepak bola dunia itu memberi batas waktu tujuh hari bagi para pemilik tiket untuk melunasi pembayaran.

>>> Timnas Inggris Hadapi Selandia Baru Demi Matangkan Persiapan Piala Dunia

Insiden ini bermula dari kesalahan teknis pada proses checkout yang membuat sekitar 60 penggemar berhasil menyelesaikan transaksi tanpa dikenakan biaya.

FIFA mengakui masalah tersebut dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu, 3 Juni.

Tiket yang terdampak merupakan tiket pertandingan fase grup yang rencananya digelar di Toronto, Kanada.

Kota tersebut menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Piala Dunia 2026 bersama sejumlah stadion di Amerika Serikat dan Meksiko.

FIFA menegaskan bahwa status kepemilikan tiket belum dianggap sah sebelum proses pembayaran selesai. Jika dalam tujuh hari pembayaran tidak dilakukan, tiket akan otomatis dicabut dari akun pengguna.

>>> 10 Pemain dengan Gaji Tertinggi di Piala Dunia 2026

Surat teguran telah dikirimkan kepada para suporter yang terdampak. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh tiket yang beredar sesuai dengan regulasi resmi.

Penyelidikan Dugaan Penggelembungan Harga

Masalah tiket gratis ini menambah daftar kendala distribusi tiket Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, jaksa agung negara bagian New York dan New Jersey di Amerika Serikat telah meluncurkan penyelidikan terkait dugaan praktik penggelembungan harga tiket oleh FIFA.

Penyelidikan dipimpin oleh Letitia James dan Jennifer Davenport yang telah mengeluarkan surat panggilan kepada FIFA.

Tindakan hukum ini dipicu oleh laporan media mengenai suporter yang mendapat informasi menyesatkan terkait lokasi kursi yang dibeli.

>>> Portugal Uji Coba Lawan Chile untuk Persiapan Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Turnamen ini akan digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.