Panache Digital Games secara resmi memperkenalkan proyek game terbaru mereka yang bertajuk 1666 Amsterdam.

Game bergenre dark action-adventure ini telah melalui proses pengembangan selama 16 tahun. Pengumuman dilakukan dalam ajang Summer Game Fest 2026.

>>> TWS Rilis Lagu Dream With Us untuk Dukung Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026

Patrice Desilets, yang sebelumnya dikenal sebagai creative director untuk seri pertama Assassin's Creed, menjadi sosok di balik game ini.

Latar dan Karakter

Permainan mengambil latar di Belanda yang terbagi dalam tiga era berbeda: abad ke-17, abad ke-20, dan masa kini.

Tema utama yang diangkat adalah perburuan penyihir atau witch hunting.

Pemain akan mengendalikan karakter bernama Noa Brooklyn, yang dijuluki The Collector. Misi utamanya adalah membasmi The Originals, sekelompok iblis yang menyamar sebagai manusia.

>>> Thomas Tuchel Beri Dispensasi Libur Pemain Arsenal, Tak Masalah Terlambat Gabung Timnas Inggris

Noa Brooklyn ditemani oleh seekor kucing hitam bernama Aaron. Aaron dikisahkan sebagai manusia dari tahun 1999 yang dipanggil melintasi waktu dalam wujud hewan.

Mekanisme Gameplay dan Akses Awal

Sistem permainan memungkinkan pemain berganti peran antara mengendalikan Noa dan Aaron. Kombinasi aksi ini memadukan elemen pergerakan manusia serta aspek gameplay yang menyerupai game Stray.

Versi prolog dari game ini sudah dapat dicoba melalui platform Steam dan Epic Games Store.

>>> Bali Towerindo Siapkan Capex Rp 239 Miliar untuk Ekspansi 2026

Namun, Panache Digital Games belum menetapkan tanggal perilisan resmi untuk versi penuh 1666 Amsterdam.