Head of Commodity Strategy Saxo Bank Ole Hansen memproyeksikan harga emas berpotensi menguji kembali area US$ 4.099 per ons troi, level terendah pada Maret lalu.

Analis FOREX. com Fawad Razaqzada memperkirakan penurunan bisa berlanjut ke level psikologis jika kondisi pasar terus memburuk.

"Pasar masih akan sangat sensitif terhadap perkembangan inflasi dan arah kebijakan moneter AS dalam beberapa pekan mendatang," ucapnya.

Perhatian investor pekan depan akan tertuju pada data inflasi konsumen (CPI) dan inflasi produsen (PPI) AS.

Jika tekanan inflasi bertahan tinggi, ruang The Fed untuk memotong suku bunga semakin sempit dan berpotensi kembali menekan emas.

Kendati menghadapi tekanan jangka pendek, sejumlah analis tetap optimistis terhadap prospek investasi emas jangka panjang.

Direktur Strategi ETF abrdn Robert Minter memprediksi bank sentral global akan meningkatkan pembelian jika harga terus terkoreksi.

Menurutnya, akumulasi tersebut didorong oleh tingginya utang pemerintah di berbagai negara dan langkah diversifikasi cadangan devisa.

Founder dan Executive Director B2PRIME Group Eugenia Mykuliak juga menekankan fundamental emas yang kuat.

"Emas tetap memperkuat posisinya sebagai aset cadangan global dan instrumen safe haven. Karena itu, saya tidak melihat koreksi saat ini sebagai awal tren bearish," tutur Eugenia Mykuliak.

>>> Harga Emas Antam 6 Juni 2026 Bervariasi, Buyback Stagnan

Ia menambahkan bahwa penurunan saat ini merupakan benturan antara aksi jual investor jangka pendek dan permintaan strategis bank sentral, bukan awal pasar bearish.