Grup band rock legendaris Slank memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembuatan video musik untuk dua lagu terbaru mereka, PPN 12% dan Rusak Ancur.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk keterbukaan terhadap inovasi dan perkembangan zaman.

>>> Wuling Pasarkan Eksion PHEV, Mampu Tempuh Lebih dari 1.000 Km

Video musik PPN 12% yang disutradarai Okka Putra diproduksi sepenuhnya menggunakan AI tanpa proses pengambilan gambar konvensional.

Sementara itu, video musik Rusak Ancur karya Bayu Poetra menggabungkan rekaman asli dengan elemen visual buatan AI.

AI Bukan Ancaman, Melainkan Alat Bantu

Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim menegaskan bahwa Slank tidak menganggap AI sebagai ancaman bagi industri kreatif.

Menurutnya, AI adalah alat baru yang justru memperluas potensi berkarya dan mempermudah pekerjaan musisi.

"AI itu kan kalau kita pinter, dia juga jadi lebih bagus. Kalau kita nyuruhnya goblok, dia goblok juga.

Tetap aja AI itu goblok kalau kitanya goblok.

>>> Kylian Mbappe Ungkap Perbedaan Mencolok Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo

Tapi kalau kita punya inspirasi besar, banyak, kita nyuruh AI nah ini dia nih," kata Bimbim di Markas Slank, Jakarta Selatan, Jumat (5/6).

Ia menambahkan bahwa kualitas hasil akhir AI tetap bergantung pada kreativitas manusia yang mengoperasikannya.

Pemanfaatan AI dinilai menjadi solusi tepat untuk merealisasikan gagasan besar yang sulit diwujudkan melalui metode produksi konvensional.

Fleksibilitas visual AI digunakan Slank untuk membangun narasi ambisius pada video musik PPN 12%, menampilkan figur pahlawan modern mirip Robin Hood.

"Kita pengen jadi Robin Hood gitu yang merampok dark business dan kita naik pesawat kita sebarin (hasilnya) ke seluruh rakyat gitu," terang Bimbim.

Slank menegaskan bahwa dasar pembuatan karya mereka tetap berakar pada realitas dan kegelisahan sosial di masyarakat.

>>> Garuda Menang! Indonesia Akhiri Rekor Buruk 38 Tahun Lawan Oman

Teknologi AI hanya berfungsi sebagai medium untuk menyampaikan pesan dan kritik sosial tersebut.