>>> 6 Alasan Samsung Galaxy A37 5G Jadi Pilihan Terbaik di 2026

"Menurut kesimpulan pabrikan dan sebagaimana telah disampaikan kepada direktur teknis, mesin tersebut tidak layak digunakan karena banyak komponen dalam kondisi tidak layak untuk kompetisi setelah perakitan ulang yang jelas, dan telah ditarik dari alokasi pembalap demi alasan keamanan," jelas resolusi FIM.

Akibatnya, alokasi mesin untuk Adrián Fernández disesuaikan kembali karena mesin yang segelnya rusak tersebut kini dihitung sebagai mesin baru dalam kuota sang pembalap.

"Panel Banding Komisaris MotoGP FIM merasa puas dengan penjelasan Direktur Teknis, staf teknis, teknisi perusahaan jasa pabrikan mesin dan proses mereka, termasuk penyajian foto tambahan mengenai kondisi segel dan bagian internal mesin," papar perwakilan FIM.

Kegagalan tim dalam memberikan argumen logis mengenai kerusakan segel pengaman membuat panel pengawas tetap mempertahankan keputusan diskualifikasi tersebut.

"Tim tidak dapat memberikan penjelasan yang kuat mengenai kondisi segel pengaman atau bukti bahwa telah terjadi intervensi di dalam mesin," tegas pihak FIM dalam pernyataan resminya.

Kasus manipulasi mesin Adrián Fernández ini menambah daftar panjang sanksi teknis berat dalam sejarah kejuaraan dunia balap motor, di mana Fernández kehilangan poin dari semua balapan tahun 2026 kecuali seri Mugello.

Pelanggaran serupa pernah menimpa Sylvain Guintoli pada 2019 bersama Suzuki, serta tim Yamaha pada 2020 yang dijatuhi hukuman pengurangan 50 poin konstruktor akibat menggunakan katup ilegal.

>>> Capcom Resmi Umumkan Remake Resident Evil Code Veronica, Rilis 2027

Pada musim 2025, pembalap Trackhouse Aprilia Ai Ogura juga didiskualifikasi dari GP Argentina karena perangkat lunak ECU non-homologasi, sementara Manuel González di Moto2 kehilangan 20 poin di GP Indonesia akibat masalah serupa.