Kuro Games mengumumkan optimalisasi aset lingkungan dan karakter untuk kolaborasi mendatang antara Wuthering Waves dan Cyberpunk: Edgerunners.

Langkah ini diambil melalui pembuatan ulang ragam aset kota demi menjaga performa permainan tetap stabil saat pembaruan versi 3.4 diluncurkan.

>>> FIFA Luncurkan Gim Sepak Bola Baru Melalui Netflix

Proses di balik layar pengerjaan proyek ini diungkapkan dalam video Special Talk yang menghadirkan CEO Kuro Games Solon Lee bersama tim CD Projekt Red, yaitu Writer dan Editor Milena Zajac serta VP of Franchise Bartosz Sztybor.

Tantangan Teknis dan Optimalisasi Aset

Solon Lee menjelaskan bahwa aset dalam Cyberpunk 2077 sangat detail dan kompleks. Model arsitektur individual saja bisa memiliki hingga 800.000 poligon.

Mengimpor aset tersebut langsung ke dalam Wuthering Waves bisa mengakibatkan masalah performa dan stabilitas yang signifikan.

Oleh karena itu, tim membuat ulang dan mengoptimalkan aset lingkungannya sedari awal demi mencapai keseimbangan yang tepat.

Pihak pengembang juga melakukan pendalaman langsung terhadap game Cyberpunk 2077 untuk mengambil parameter dunia secara mendetail.

>>> SECRET Comeback Setelah 12 Tahun dengan Formasi Tiga Anggota

Upaya ini dilakukan untuk memastikan kualitas visual dari materi asli tetap terjaga saat diimplementasikan ke dalam Wuthering Waves.

Selain rekonstruksi kota Night City, kolaborasi ini dipastikan bakal menghadirkan dua karakter dari Cyberpunk: Edgerunners yang dapat dimainkan, yaitu Lucy dan Rebecca.

Tim pengembang menerapkan peningkatan teknis khusus pada model kedua karakter tersebut agar tampil lebih hidup.

Kuro Games memfokuskan penyesuaian ekspresi wajah paling banyak pada karakter Lucy jika dibandingkan dengan karakter lain di dalam game saat ini.

>>> Karakter AI Bowie Knife99 di Forza Horizon 6 Jadi Musuh Publik Gamer

Sementara untuk karakter Rebecca, optimalisasi diarahkan pada penyetelan kontrol ekspresi dan skeletal rigs agar visualisasinya sekongruen mungkin dengan versi animasinya.