IHSG dan Rupiah Anjlok, Modal Asing Kabur dari Pasar Domestik
Untuk investor agresif, penurunan IHSG di bawah level 6.000 menjadi peluang investasi jangka panjang.
>>> Polsek Batuaji Selidiki Video Viral Pocong Bersenjata Tajam di Batam
Alokasi yang disarankan: 60 persen pada saham blue chip dan komoditas, 20 persen pada instrumen pendapatan tetap, serta 20 persen dalam bentuk kas.
Kredibilitas Indonesia Dipertanyakan
Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyebutkan bahwa kredibilitas Indonesia kini tengah dipertanyakan oleh pasar. Hal ini akibat lima kekhawatiran utama.
Faktor-faktor tersebut meliputi kredibilitas kebijakan pasca-outlook negatif Moody's dan Fitch, pelemahan rupiah, menyusutnya kelas menengah, aliran modal asing keluar yang terus berlanjut, hingga risiko komunikasi kepemimpinan.
"Masalahnya, kebijakan Indonesia yang tidak bijak suka muncul tiba-tiba secara misterius dan seringkali malah memberikan another blow to the market," ucap Liza.
Liza menambahkan bahwa pelaku pasar masih mencerna beberapa kebijakan domestik baru. Termasuk implementasi awal Danantara Sumberdaya Indonesia, devisa hasil ekspor sumber daya alam, hingga aturan pajak UMKM.
Agenda Global yang Dinanti
Investor global kini mengalihkan fokus pada agenda dua minggu paling krusial sepanjang tahun ini.
Agenda tersebut mencakup MSCI Global Market Accessibility Review serta FTSE Russell Global Equity Index Series Review pada 19 Juni.
Disusul rebalancing FTSE pada 22 Juni, dan MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni.
"Setelah Moody's dan Fitch, FTSE dan MSCI berpotensi menjadi ujian berikutnya bagi kredibilitas pasar modal Indonesia," ujar Liza.
Sentimen pasar ke depan juga dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, kebijakan moneter negara maju, tingginya harga minyak mentah dunia, serta penguatan indeks dolar AS.
Secara regional, penurunan bobot investasi Indonesia dalam kategori kapitalisasi besar dan menengah memicu penyesuaian portofolio otomatis yang mengalirkan modal keluar dari Asia Tenggara.
>>> Kevin Sanjaya Sukamuljo Hadiri Indonesia Open 2026 di Istora GBK
Dari faktor domestik, pelaku pasar terus mencermati ketahanan cadangan devisa Bank Indonesia serta arah kebijakan ekonomi PT Danantara Investment Management terhadap peringkat kredit Indonesia.
Update Terbaru
Dari RESCENE hingga HyoRiSoo, Konten Buatan Sendiri Jadi Strategi Baru K-Pop
Jumat / 05-06-2026, 22:28 WIB
AFC Jatuhkan Sanksi ke Penyerang Qatar U-17 Usai Pukul Pemain Indonesia
Jumat / 05-06-2026, 22:27 WIB
Pemprov DKI Apresiasi Astra Dorong Karyawan Naik Transportasi Umum
Jumat / 05-06-2026, 22:27 WIB
Tottenham Hotspur Resmi Rekrut Andy Robertson Bebas Transfer
Jumat / 05-06-2026, 22:27 WIB
Ekonom CORE Indonesia Sarankan Investor Atur Ulang Strategi Alokasi Aset
Jumat / 05-06-2026, 22:24 WIB
Mathew Baker Pecahkan Rekor Debutan Termuda Timnas Indonesia
Jumat / 05-06-2026, 22:22 WIB
FIM Diskualifikasi Adrian Fernandez dari Enam Balapan Moto3
Jumat / 05-06-2026, 22:22 WIB
Ayovest dan Easylink Jalin Kerja Sama Perluas Gerai Reksa Dana Digital
Jumat / 05-06-2026, 22:22 WIB
A Livid Lady's Guide to Getting Even Anime Rilis Trailer Baru, Tayang 6 Juli
Jumat / 05-06-2026, 22:20 WIB
FIFA Larang Botol Minum di Stadion Piala Dunia 2026, Picu Kritik
Jumat / 05-06-2026, 22:17 WIB
Telkomsel Ungkap 361 BTS Sudah Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata
Jumat / 05-06-2026, 22:17 WIB
Gus Fawait: Fungsi Utama Bandara Jember Bukan Kemegahan, Tapi Konektivitas
Jumat / 05-06-2026, 22:16 WIB
AAJI: Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 1,5% pada Kuartal I-2026
Jumat / 05-06-2026, 22:16 WIB
FIFA Larang Penonton Bawa Botol Air ke Stadion Piala Dunia 2026
Jumat / 05-06-2026, 22:16 WIB






