>>> WHO: Keracunan Makanan Sebabkan 1,5 Juta Kematian per Tahun

"Khusus untuk saham dan kripto, porsinya sebaiknya disesuaikan dengan tingkat kenyamanan dan toleransi risiko investor," kata Eko.

Meski sejumlah aset telah mengalami koreksi cukup dalam, Eko menilai saat ini belum menjadi waktu yang ideal untuk melakukan akumulasi secara agresif.

Ia melihat peluang penurunan harga masih terbuka berdasarkan kondisi pasar saat ini. Oleh karena itu, investor disarankan lebih fokus menjaga likuiditas dan fleksibilitas portofolio.

Eko juga mengingatkan agar investor menghindari pengambilan posisi yang bersifat spekulatif.

Menurutnya, kesalahan yang kerap terjadi saat pasar bergejolak adalah membeli aset hanya karena harga terlihat murah tanpa mempertimbangkan fundamental atau risiko yang melekat.

"Dengan kondisi sekarang, investor diharapkan tidak asal memilih produk investasi," ujar Eko.

Dalam beberapa bulan mendatang, risiko terbesar yang perlu diwaspadai adalah munculnya perilaku fear of missing out (FOMO) yang dapat mendorong keputusan emosional.

Menurut Eko, investor perlu tetap rasional dan mempertimbangkan berbagai faktor risiko sebelum menambah eksposur investasi.

Terkait waktu yang tepat untuk kembali masuk secara agresif ke aset berisiko, Eko menilai masih terlalu dini untuk memberikan kepastian.

>>> FIFA Larang Penonton Bawa Botol Minum di Piala Dunia 2026

Pasalnya, arah perekonomian global maupun sentimen domestik belum menunjukkan perbaikan yang cukup kuat. Ia memperkirakan investor dapat mulai melihat peluang investasi pada kuartal berikutnya.