>>> Jacob Roulstone Gantikan Mario Aji di Moto2 GP Hongaria

"Kami kembali menyatukan kelompok hanya dalam empat atau lima hari, ini adalah tentang menyegarkan hal-hal baik yang kita lihat saat melawan Bulgaria dan Saint Kitts.

Menyegarkan itu, tapi melihat area pertumbuhan," papar Herdman.

Aspek ketajaman menjadi catatan utama yang harus segera diperbaiki dalam masa persiapan singkat ini.

"Area pertumbuhan itu sangat jelas, kami tidak memiliki cukup tembakan tepat sasaran mengingat seberapa besar kontrol yang kami miliki," lanjut Herdman.

Pelatih berusia 50 tahun tersebut menginginkan lebih banyak mobilitas pemain di area penalti lawan demi menciptakan peluang emas.

"Kami tidak memiliki cukup orang di dalam kotak penalti, tidak cukup penetrasi di sepertiga akhir lapangan, dan sebagainya," urai Herdman.

Untuk mematangkan taktik, Herdman menggelar sesi kelas dengan memperlihatkan rekaman video pertandingan mantan tim asuhannya, Kanada, saat menghadapi Qatar.

Melalui klip tersebut, ia menjabarkan pergerakan ideal di lini depan yang membutuhkan proses panjang, namun ia optimistis kualitas materi pemain Indonesia saat ini mampu memangkas waktu adaptasi.

"Saya menunjukkan kepada mereka beberapa klip Kanada vs Qatar dan bagaimana tim itu bergerak, itu butuh empat tahun untuk membawa mereka ke titik itu," sebut Herdman.

Meskipun proses pembenahan taktik membutuhkan waktu, Herdman percaya anak asuhnya bisa memberikan perlawanan sengit.

>>> Industri Reksa Dana Tumbuh 1,55% di Tengah Tekanan Pasar Saham

"Jadi ini akan butuh waktu, tapi dengan kualitas yang kami miliki di sini, saya percaya pada mereka dan saya pikir mereka bisa mengambil langkah besar melawan tim yang tangguh nanti," ucap Herdman.