Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi operasi pengamanan olahraga paling kompleks yang pernah dihadapi Amerika Serikat.

Turnamen ini membentang di tiga negara, melibatkan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah, dan berlangsung hampir 40 hari.

>>> FIFA Ubah Format Seremoni Sebelum Pertandingan Piala Dunia 2026

Direktur Eksekutif Satuan Tugas Piala Dunia 2026 Gedung Putih, Andrew Giuliani, mengatakan seluruh elemen penegak hukum di Amerika Serikat telah dikerahkan.

"Seluruh aparat kepolisian di negara ini ikut terlibat," kata Giuliani kepada ESPN.

Lebih dari 400 lembaga penegak hukum bekerja sama dengan pemerintah federal dan perusahaan keamanan swasta.

Mereka mengamankan stadion, festival suporter, pusat latihan tim, hingga hotel-hotel peserta.

Sebanyak 48 negara akan tampil dalam turnamen ini dan memainkan 78 pertandingan di 11 kota tuan rumah AS selama 39 hari.

Selain itu, 26 pertandingan lainnya digelar di Kanada dan Meksiko.

Sebagai perbandingan, Piala Dunia sebelumnya di Qatar hanya diikuti 32 tim dan berlangsung di wilayah yang lebih kecil dari Connecticut.

Koordinasi dengan Aparat Lokal

Pemerintah federal tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mengambil alih pengamanan sepenuhnya.

Oleh karena itu, koordinasi dengan aparat negara bagian dan kepolisian lokal menjadi prioritas utama.

"Kami ingin memastikan mereka memiliki koordinasi yang diperlukan untuk melihat pola ancaman yang mungkin muncul di Miami dan berdampak ke New York atau Houston," ujar Giuliani.

Persiapan sempat terganggu akibat penutupan sebagian aktivitas Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) pada awal tahun ini.

"Kami menemukan beberapa kekurangan, tetapi berhasil menutup sebagian besar celah tersebut," katanya.

Mempelajari Karakter Suporter

Petugas mempelajari karakteristik masing-masing kelompok pendukung yang akan datang ke kota-kota tuan rumah.