Sebanyak 27.086 jemaah haji Indonesia dari 69 kelompok terbang telah kembali ke Tanah Air dari Makkah pada Jumat (5/6/2026).

Pemulangan gelombang pertama dijadwalkan berlangsung hingga 15 Juni 2026, dilanjutkan pemulangan dari Madinah. Jemaah gelombang kedua mulai tiba di Madinah pada 7 Juni.

>>> Realisasi Anggaran Makan Bergizi Gratis Capai Rp 88,15 Triliun per Mei 2026

Menteri Haji dan Umrah RI selaku Amirul Hajj, Mochamad Irfan Yusuf, telah meninjau kesiapan layanan akomodasi, konsumsi, dan kesehatan di Madinah.

Tim Amirul Hajj memeriksa dua fasilitas dapur untuk memastikan kualitas makanan.

"Karena selesainya puncak haji (Armuzna) bukan berarti selesainya pelayanan haji.

Secara umum apresiasi dari berbagai pihak cukup baik sehingga kita harus menjaga performa ini sampai akhir masa operasional haji," ujar Gus Irfan.

Fokus Evaluasi di Mina dan Kesehatan

Kemenhaj menetapkan dua fokus utama pasca-Armuzna. Prioritas pertama adalah evaluasi menyeluruh kondisi di Mina.

>>> Ubisoft Buka Lowongan Massal untuk Percepat Pengembangan The Division 3

"Di Mina situasinya relatif lebih padat dibandingkan di Arafah, sehingga permasalahan menjadi lebih banyak. Jamaah juga tinggal lebih lama," kata Gus Irfan.

Evaluasi Mina mencakup penanganan tenda, jemaah yang terpisah dari rombongan, dan pengaturan waktu lempar jumrah di Jamarot.

Fokus kedua adalah sektor kesehatan. Angka kematian jemaah tahun ini menurun signifikan hingga hampir 50 persen dibandingkan tahun lalu.

"Jika tahun lalu (angka kematian) sebanyak 467, maka tahun ini tidak sampai 200 sejauh ini," ujar Gus Irfan.

Meski angka kematian menurun, efektivitas Klinik Kesehatan Haji Indonesia masih kurang optimal karena larangan rawat inap dan keterbatasan tenaga medis.

>>> Apple Music Dikabarkan Siapkan Layanan Gratis Beriklan untuk Kejar Spotify

"Kami berpikiran adanya klinik satelit (untuk rawat jalan pasien) lalu langsung ke RS. Namun ide ini akan kita matangkan lagi pasca-haji," ujar Gus Irfan.